Dari kejauhan Ali hanya memandangi putrinya yang sepertinya tak beranjak dari sebelum dirinya mengantar mamanya berobat, wajah ayu hasil perpaduan rupanya dengan mantan istrinya begitu sempurna melekat pada wajah putrinya. Namun kini wajah itu tampak sangat murung, sama halnya dengan dirinya yang tidak menyangka Gia bisa berkata sekeras itu, namun dilain sisi iapun meyakini kalau Gianya sangat menyayangi anak mereka terlepas dari apapun kondisinya kini. Gia juga bukan tipe perempuan yang suka mengeluh kalau masih bisa ia tampung sendiri, dan ia juga sangat memahami karakter Abidzar yang terlalu banyak bicara, mereka seperti dua manusia yang bertukar karakter. ia yakin Gia hanya dalam keadaan emosional dan berkata seolah-olah kehadiran Biyya membuatnya sedikit kesulitan. “memangnya apa s

