Entah sudah berapa banyak es potong yang habis Gia kunya sembari menunggu kedatangan Ali memenuhi undangannya. Banyak hal yang ingin ia tanyakan pada laki-laki itu salah satunya kenapa dia bertindak sesukanya tanpa mendiskusikan padanya terlebih dahulu. Tanpa ia ketahui letak kesalahannya dimana secara tiba-tiba Ali mengatakan mundur sebagai kuasa hukumnya. Tentu hal itu membuatnya bertanya-tanya, ketika dirinya mencoba menghubungi laki-laki itu tak satupun panggilannya diterima. Es potong yang ia anggap bisa mendinginkan kepalanya ternyata tak berpengaruh banyak, bahkan tenggorokannya terasa semakin sakit sangking banyaknya mengkonsumsi makanan manis tersebut, untung saja Gia selalu membawa air mineral kemanapun sehingga bisa mentralkan rasa manis dalam mulutnya. Tanpa ia sadari seseor

