Rania tahu satu hal sejak pintu mobil tertutup. Bu Mega tidak sedang menyelamatkannya, tetapi sedang memindahkannya ke satu tempat yang tidak dapat ia hindari. Mobil melaju tanpa kecepatan berlebihan. Tidak ada manuver panik atau pengawalan terbuka seperti selalunya. Bu Mega selalu percaya, ketenangan adalah kamuflase terbaik dan Rania juga belajar darinya. “Kita tidak lama,” ucap Bu Mega akhirnya. Rania tidak menjawab. Ia memperhatikan pantulan lampu jalan di kaca jendela. Menghitung belokan dan paham jalur ini bukan ke pusat kota. Ke arah pinggiran. Ke tempat-tempat yang tidak memancing pertanyaan publik. Itu sudah terbaca dalam pikirannya. “Kau tidak bertanya kita mau ke mana?kata Bu Mega. “Karena ada hal yang ingin Ibu katakan mungkin sangat rahasia jadi membawaku kemari."

