Di persidangan, Romeo berhasil memenangkan kasus tersebut. Anak pemilik kilang minyak tersebut terbukti bersalah. Alan Winaryo Susanto. Pemuda dua puluh lima tahun itu telah menyabotase panggung yang digunakan Adrian. Alasan di balik perbuatannya adalahkarena rasa iri. Adrian mendapatkan peran penting di beberapa majalah besar, dan Alan tidak terima dengan porsi yang didapatnya dalam modeling. Setelah dirunut-runut, ternyata Adrian dan Alan merupakan jebolan dari almamater yang sama. Sejak di bangku kuliah, Alan memang sudah tidak menyukai Adrian. Salah satu gadis yang Alan sukai lebih tertarik kepada Adrian. Dan, kebencian itu terakumulasi hingga puncaknya dia memutuskan untuk melakukan sabotase. Di restoran, tak henti-hentinya Hartawan memberikan sanjungan kepada Romeo; berterima kasih

