CHAPTER 12

1236 Kata
Dion memberikan pistol kepada Via. Gadis itu menolak dengan tersenyum, ia mengelus pistolnya sambil melihat ke arah Jenderal Shen. "Akan membosankan jika menghabisinya terlalu cepat. Aku mau melihat apakah dia pantas mendapatkan yang merah apa yang biru?" ucap Via kemudian mengeluarkan ponselnya dan menelepon Manda. "Manda, tolong ambilkan botol kaca merah dari tim penguji kemudian kirimkan kepada orang yang akan membawanya ke restoran. Nanti saya kirim alamat restorannya," ucap Via kemudian mengakhiri panggilannya. Via melangkah lebih dekat ke arah Jenderal Shen, ia berjongkok untuk meletakkan pistol di dahi pria tua itu. "Tahun itu karena aku terlalu lemah dan lembut, aku memberimu kehidupanku, tetapi sekarang tidak!" ucap Via dengan tegas. Jenderal Shen gemetar dan memohon padanya. "Nona! Tolong selamatkan hidup saya. Saya berhubungan s**s karena permintaan orangtua Anda, tolong selamatkan hidup saya." Via memelototi, ia berbicara dengan lembut—lembut tetapi menakutkan. "Mereka bukan orangtua saya, saya tidak memiliki garis keturunan dari mereka, Anda telah membawa-bawa mereka, semakin Anda menyebut mereka, semakin membuat saya membenci Anda." Anak buah Manda dengan cepat membawa barang tersebut, ia masuk ke dalam ruangan sambil memegang botol kaca merah itu tetapi tampak gemetar sendirian, bau busuk membasahi sekujur tubuhnya. Ia takut material merah tersebut keluar dari wadahnya dan mengenainya—cairan yang bisa dengan cepat menghilangkan nyawa seseorang. "Nona … I-ini botolnya," ucap anak buah Manda kepada Via sambil menyerahkan benda itu dengan gemetar. Andreas, Evans, dan Harry menatap botol kaca merah itu, mereka juga berbalik dan bertanya-tanya apa botol merah itu yang membuatnya takut seperti itu. Via menerima botol itu dan menatapnya. Anak buah lainnya mendengarnya berkata seolah-olah pria itu gembira dan terbebas karena botol merah itu sudah berada di tangan Via. Via mendekati Jenderal Shen sambil mencondongkan tubuh ke bawah menatap pria tua itu sambil berkata kepada kekasihnya. "Dion! Nanti kamu harus membunuh seseorang seperti ini untuk bersenang-senang, karena satu tembakan langsung mati itu membosankan." Setelah mengatakan itu, Via meremas mulut Jenderal Shen dan menuangkan semua cairan merah ke dalam mulutnya, ia menuangkan semuanya, kemudian berdiri dan mundur menjauh untuk menyaksikan kesenangan itu. Andreas, Evans, dan Harry membuka lebar mata mereka sambil menelan air liur mereka, menyaksikan apa yang terjadi di depan mata mereka. Dion merasa merinding menatapnya. Di sekujur tubuh pria tua itu ada belatung merayap keluar dari dalam melalui lubang-lubang tubuh bahkan melaui pori-pori tubuhnya, dengan sangat cepat ia berubah menjadi mayat kering tanpa setetes darah pun. Via berbalik untuk melihat Andreas, Evan, dan Harry sambil menyilangkan lengannya. "Siapa di antara kalian bertiga yang ingin mencobanya?" tanya Via kepada ketiga orang itu. "Apakah Nona bercanda? Horor, sangat menakutkan, hanya berdiri menyaksikan kakek itu saja, aku merasa ngeri." Di kepala mereka, mereka bertiga memiliki pemikiran yang sama. Dion sedikit takut melihat pria tua itu, begitu cepat ia meraih tangan Via dan keluar dari sana. "Ayo masuk ke mobil," ajak Dion. Andreas memanggil bawahan mereka dari luar untuk masuk, anak buah mereka juga harus berjuang untuk menanggung membersihkan bekas mayat kering itu. Evans mengingatkan bawahannya dengan hati-hati. "Di masa depan, Anda sama sekali tidak harus mengaku bersalah kepada Nona, lebih baik jujur dengan saya atau dengan Senior Andreas daripada mendapatkan hukuman seperti ini. Jenderal Shen benar-benar iblis yang akhirnya mati di tangannya. Sangat menyedihkan. Jadi sayangi tubuh kalian." Andreas masuk ke dalam mobil, ia mengemudikan mobil. Dion memandang Via dengan mata bersemangat. "Aku tidak menyangka kamu akan bertindak begitu kejam. Tapi cairan merah apa itu? Sangat menakutkan?" tanya Dion. Via menoleh dan tersenyum padanya. "Itu senjataku. Aku membuatnya sendiri, aku malas memberinya nama jadi aku menyebutnya dengan warna merah saja," jawab Via. "Mengapa kamu bereksperimen dengan kengerian seperti itu—belatung?" tanya Dion sambil mengerutkan keningnya. Via mengangkat bahunya sekali, dan menjawab dengan jujur. "Karena aku bebas meneliti sesuatu, duduk mengamati dalam percobaan dan bersenang-senang." Ketika Andreas dan lainnya mendengar itu, mereka ingin muntah dan membuat mereka menggigil sekali. "Dokter begitu bebas bukan?" ucap Dion sambil mengernyitkan kening, kemudian menertawakan gadis itu. "Adikku adalah seorang dokter yang aneh," ucap Dion sambil tertawa. Mereka berdua tertawa bersama. "Aku lupa," ucap Via tiba-tiba. "Oh ya, aku tidak keberatan mengungkapkan kepadamu bahwa orang yang menangani Bang Bang adalah gadis yang kamu temui sebelumnya," lanjut Via. "Nona Via, siapa nama wanita itu?" tanya Harry dengan rasa penasaran. Via tersenyum tipis sambil menyilangkan kakinya. "Namanya adalah Angel, tapi aku memberitahu kalian terlebih dahulu bahwa kalian tidak akan bisa mengetahui informasi apa pun tentang Angel, kecuali aku atau Manda, atau bisa dikatakan jika tidak ada yang bisa menyelidiki gadis itu.” Dion mengerutkan kening. Terlebih lagi, di dunia ini, adakah orang yang tidak dapat Dion selidiki? "Saya ingin mengingatkan semuanya bahwa jalan yang terbaik adalah untuk tidak menyentuh Angel. Dia bukan orang yang mudah diremehkan," ucap Via lagi. Evans menjawab telepon dan berbalik untuk melapor kepada boss-nya. "Tuan! Anggota keluarga Nona telah datang ke mansion, dia berkata bahwa dia ingin bertemu dengan Nona." Via mengerutkan kening, dengan dingin berkata. "Berkendara dengan cepat! Kita kembali ke mansion!" Mengacu pada anggota keluarganya, ia merasa tidak nyaman, apalagi Lily menceritakan semuanya kepada Dion, pasti akan membuatnya semakin marah. Jika mereka berbuat terlalu banyak, ia tidak akan memaafkan mereka. Via baru saja keluar dari mobil, ketika itu pula William dan Miageta segera berlari ke arahnya. Harry dan Evans dengan cepat berdiri di depan mereka untuk menghentikan mereka. Via mendekat ke arah mereka, dari tatapannya hingga ke kata-katanya yang sangat dingin kepada kedua orang itu. "Untuk apa kalian berdua ke sini?" Miageta berpikir jika Via masih mengingat cinta kasih ibunya. Wanita paruh baya itu berpura-pura menyayanginya dan berkata dengan lembut. "Putri kesayangan Ibu, kudengar kamu saat ini adalah pacar ketua Christ Corporation, sekarang adikmu sedang dalam persiapan sebelum menjalani operasi. Ibu tahu kamu dokter terbaik dalam bedah ortopedi untuk saudara perempuanmu ...." Sebelum ia selesai berbicara, ia langsung disela oleh Via. "Apa yang kamu inginkan? Katakan dengan cepat, aku tidak bisa lama-lama mengobrol di sini." William mendekat untuk meraih tangan Via, sambil tersenyum dan dengan lembut berkata, "Putri-ku, aku tahu kamu memiliki banyak uang sekarang, tolong dukung orangtua dan saudara perempuanmu dengan kamu kembali yang melakukan operasi. Juga bantu orangtuamu membayar biaya rumah sakit." "Anda benar, saya punya begitu banyak uang sehingga saya bisa membunuh mereka, tetapi apakah uang saya akan disia-siakan oleh pacar saya untuk membantu kalian? Tapi saya ingatkan, pacar saya bukan keturunan yang sama dengan kalian berdua, Anda saja yang mengaku-ngaku sebagai ayahnya," ucap Dion dengan dingin. "Kalian pasti tidak tahu bahwa saya baru saja selesai menangani Jenderal Shen. Teman baik kalian berdua, dia meninggal dengan sangat menyedihkan. Yang terbaik bagi kalian adalah berhenti mengganggu saya dan berhenti berpikir bahwa semuanya telah hilang dari hidup saya. Kalian harus tahu, saya bukan lagi Vialetta dari beberapa tahun yang lalu, Vialetta yang masih remaja beberapa tahun terakhir sudah mati. Saya memberitahu Anda untuk berhenti membuat masalah dalam hidup saya atau Anda akan mati seperti Jenderal Shen," ucap Via sambil tersenyum menyeringai. William dan Miageta sama-sama ketakutan dan kesal, keduanya berbicara pelan. "Kamu ... kamu hebat Sayang." Via dengan wajah bahagia, tersenyum. “Juga pada awalnya, saya tidak bermaksud untuk memaksa kalian ke jalan buntu, tetapi karena kalian datang ke sini untuk mencari saya hari ini. Jadi saya tidak akan menagihnya sekarang. Saya memberi Anda waktu seminggu, Anda harus membayar biaya operasi dan biaya rumah sakit atau anak Anda akan dikeluarkan dari rumah sakit dan saya akan memasukkan Anda ke dalam penjara, dan ingat Anda memiliki begitu banyak tindakan kriminal!"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN