bc

Ranjang Panas Milik Tuan Lukas!

book_age18+
92
FOLLOW
1.6K
READ
contract marriage
heir/heiress
drama
sweet
bxg
lighthearted
brilliant
office/work place
friends with benefits
assistant
like
intro-logo
Blurb

Lucas Orlandho Wijaya, seorang CEO perusahaan IT besar di Singapura kembali ke Indonesia. Dia bertemu dengan Giska, wanita yang menjadi sekertaris sepupunya. Entah mengapa Lucas seperti memiliki insting pernah memiliki hubungan dengan Giska di masa lalu. Lucas, seorang CEO yang maha benar, maha sempurna, menghalalkan semua kekuasaan dan uangnya dengan mengiming- imingi uang SATU MILIAR agar bisa mendapatkan Giska demi membuka tabir masa lalunya. Giska yang juga di desak oleh kedua orang tuanya karena terjerat piutang membuatnya akhirnya merendahkan harga dirinya di hadapan Tuan Lucas, ternyata Lucas tak memberikannya secara cuma- cuma. Dia pun membuat kesepakatan antara atasan dan sekertarisnya dengan imbalan uang satu Miliar itu. Mulailah kehidupan drama CEO dan Sekertaris nya itu. Perjalanan membuka ingatan masa lalu membuat Lucas dan Giska semakin dekat sampai mereka akhirnya menjalin hubungan lebih dalam. Berpacaran dengan atasannya sendiri adalah hal yang tak pernah di duga Giska, berawal dari perjanjian berubah menjadi hubungan. Tapi ternyata memang takdir membawa dirinya terlibat skandal cinta antar sekertaris dan atasannya. Jika sampai hubungan mereka di ketahui oleh teman- teman sejawatnya tentu Giska akan mengalami masalah besar karena dianggap sebagai sekertaris jalur murahan, sedangkan Tuan Lucas atasannya akan terlibat masalah dengan semua dewan komisaris saat tahu ternyata CEO mereka terlibat skandal cinta sekantor dan akan menjadi rumor yang mempengaruhi saham perusahaan mereka. Apalagi perlahan ingatan Tuan Lucas kembali. Akankah mereka bisa bersama? Bagaimana skandal percintaan antara sekertaris dan bos ini terjaga selama di kantor yang berawal dari perjanjian demi mendapatkan satu miliar? Bagaimana jika Lucas tahu skandal masa lalu mereka? Baca kisah selengkapnya di RANJANG PANAS MILIK TUAN LUCAS!

chap-preview
Free preview
Semalam Bersama Tuan Lukas!
SEMALAM BERSAMA TUAN LUkAS "Itu membuatku ingin bersamamu, Tuan," kata Davina sambil berjingkat memeluk lukas. Entah setan mana yang sudah memasuki tubuh Davina. Wanita itu mulai kehilangan kendali dan kesadarannya. Bahkan dengan beraninya dia mendorong tubuh Lukas sampai lelaki itu berbaring diatas anjang. "Kau tidak menyuruhku untuk tidak melakukannya kan?" tanya Lukas memandang wajah Davina.. "Aku bisa beranggapan kita sama- sama mau kan, Tuan?" sahut Davina sambil membuka atasan bajunya. "Sekali lagi aku bilang, kau akan dalam masalah kalau memintaku untuk melakukannya. Karena itu memacu jiwa lelaki ku keluar! Jangan menyalahkan aku jika terjadi apa-apa, karena kau yang memulainya! Kau yang membuatku melakukan ini," ujar Lukas. Panasnya wine yang ada dalam tubuh mereka kali ini membuat keduanya kehilangan kendali. Hal yang seharusnya tak terjadi antara atasan dan bawahan. Davina yang sudah kehilangan kesadarannya justru membuka bajunya sendiri di hadapan lelaki yang notabene atasnya. Malam laknat itu pun terjadi. Meninggalkan bekas cupangan di sekujur tubuh Davina. Pagi datang, Davina membuka matanya, dia menyapu ke seluruh ruangan. Kepalanya sakit sekali, dia mendengar suara nafas lelaki asing dari belakang punggungnya. Saat Davina menoleh dia justru melihat sosok yang sangat familier. "ASTAGA! APA INI? TUHAN!" pekik Davina tertahan sambil menutup mulutnya. Dia menggelengkan kepalanya perlahan, berharap ini hanya mimpi semata. Davina menggelengkan kepalanya, dia mencubit kedua lengannya. Berharap ini semua hanya mimpi saja. "Awww! Sakit," katanya saat merasakan sakit ketika dia mencubit lengannya sendiri. "INI BOHONG KAN?" gumam Davina lagi. "Sungguh, pasti bukan! Bagaimana ini semua bisa terjadi? Bagaimana mungkin? Apakah aku gila semalam? Apakah aku terlalu lepas kendali dan kehilangan kesadaranku? Bagaimana bisa? Aku telah menghabiskan malamku bersama Tuan Lukas, Tuan Presiden Direktur ku sendiri? Bagaimana ini, Tuhan? Tidak! Ini petaka," teriak Davina dalam hati, wajahnya seketika wajahnya memucat. Davina terdiam sebentar, dia mencoba mencerna semua yang terjadi. Mencoba mengingat lagi apa yang sebenarnya terjadi semalam. Setelah megingat tentang malamnya sebelum ke sini dia pun langsung menahan mulutnya agar tak berteriak lagi. "ARgggghhhh!!!!!!!" teriaknya tertahan, saat melihat kembali ke arah Lukas yang memang sudah tak mengenakan sehelai benang pun dalam selimut yang sama dengannya saat dia menyibak hendak turun ranjang. "Aku tak boleh panik! Tenang, Davina. Tenang. Tarik nafas panjang! jangan berbuat gegabah dan bodoh. Kau berteriak semua akan selesai. Simpan semuanya, pergi. Berharap apa yang terjadi malam ini adalah MIMPI! Oke? Baik," kata Davina lirih mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Mari kita lakukan semuanya dan pergi dari sini secepat mungkin yang kau bisa." Dengan perlahan Davina langsung beranjak dari kasur agar tak membangunkan Lukas. Dia langsung mengambil baju nya yang berserakan di lantai serta sepatu heelsnyaa kelua berlari tanpa alas seperti orang bodoh. Di sisi lain, Lukas terbangun dari tidurnya. Dia memegangi kepalanya yang begitu sakit kemudian menyibak selimut. "Astaga," gumam Lukas lirih mendapati dirinya sendiri tanpa busana. Dia terdiam dan mencoba mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi. "Sialan! Aku tak mengingatnya sama sekali," kata Lukas sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Saat hendak turun dari ranjang, dia melihat sepatu wanita di sana. "Apa yang sebenarnya terjadi? Apa karena aku minum banyak wine semalam?" Dengan segera Lukas mengabil pakaian dalamnya dan mencari wanita itu keseluruh ruangan hotelnya. 'Brak' dengan kasar Lukas membuka pintu kamar mandi, kosong. "Tidak ada! Dia tidak ada di kamar mandi maupun ruang tidur. Tidak ada jejak wanita itu. Bagaimana bisa?" gumam Lukas. "Apakah aku melakukannya?" batin Lukas memandangi semua ruang hotel itu. Tidak ada bekas kondom, tanda itu bukan lah malam yang di sengaja. Namun saat bercermin Lukas melihat bekas cupangan memenuhi tubuhnya, tanda betapa ganasnya perempuan itu memperkosanya. "Bagaimana bisa seorang Presiden Direktur perusahaan besar di perkosa seorang wanita? Memalukan! Bahkan aku tak tahu siapa wanita itu! Sialan!" umpat Lukas sambil segera bersiap berangkat di kantornya. **** "Se- selamat pagi Tuan Lukas," sapa Davina sambil membungkukkan badannya sata presiden direkturnya itu lewat. Lukas melewati Davina tanpa banyak bicara. Dia masuk dalam ruangannya lalu mengeluarkan sepatu wanita dalam tasnya. Sepatu berwarna merah menyala, tanda pemakai sepatu ini wanita yang pemberani. 'Tok' 'Tok' "Masuk!" perintah Lukas. "Permisi Tuan," kata Davina menyodorkan beberapa file yang harus dia tanda tangani. "Semua file kontrak yang harus Tuan tanda tangani," sambung Davina sambil membungkukkan badan hendak berpamitan. Saat mendongkkan mata, dia melihat sepatu nya ada diatas meja Presdirnya itu. "Sial! Kenapa sepatuku bisa tertinggal ya?" batin Davina mencoba mengingatnya. "Kau tahu sepatu siapa ini?" tanya Lukas melihat Davina memandangi sepatu itu. "Ah, Ti- tidak, Tuan," ucap Davina tergagap. "Permisi Tu- Tuan, saya harus pergi meeting dengan bagian team devisi satu," kata Davina langsung berpamitan. Davina keluar ruangan dengan tergesa. "Mati aku! Mati aku! Bagaimana bisa aku sangat ceroboh seperti ini? Kenapa aku harus keluar hotel tanpa alas sampai tak menyadari sepatuku tertinggal. "Tenang Davina! Tenang. Dia tidak akan menemukanmu, kau cukup diam dan berpura- pura selah- olah tak tahu apapun," batin Davina menghela nafasnya panjang. Tanpa di sadari Davina, Lukas mengamati gerak geriknya dari dalam ruangan kerjanya. Karena ruangan itu di batasi kaca riben. "Mengapa Davina mengenakan baju panjang di tengah cuaca musim panas seperti ini? Semalam Davina lah yang menemaniku menghadiri acara peresmian Mega Mall itu. Apakah ini..." gumam Lukas sambil mengambil gagang telpon yang ada diatas meja kerjanya. "Halo, Leo! Aku mau kau mengumpulkan semua data rekaman CCTV lorong kamar hotel tempatku menginap. Cari tahu siapa wanita yang masuk sebelum atau sesudah ku masuk," perintah Lukas. "Kau tak akan pernah bisa lari! Sejauh apapun kau bersembunyi dalam diam mu, maka aku akan menemukanmu!" geram Lukas menatap tajam ke arah Davina. AKANKAH LUKAS TAHU JIKA WANITA ITU ADALAH SEKERTARISNYA SENDIRI DAVINA? LALU APA REAKSI YANG AKAN TERJADI? BERSAMBUNG

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook