bc

Menjahit Luka Di Gaun Pengantin Mantan Suami

book_age18+
2
FOLLOW
1K
READ
family
HE
kickass heroine
like
intro-logo
Blurb

Menjadi desainer gaun pengantin untuk calon istri dari mantan suami tidak pernah terlintas dalam benak Yunita. Setelah enam tahun lamanya ia dan Nathan tidak bertemu, tiba-tiba saja Yunita kembali dipertemukan dalam situasi yang sangat membingungkan, Yakni menjadi desainer gaun pernikahan untuk Nathan dan calon istrinya Alisa. Mampukah Yunita mewujudkan gauj impian Alisa? Atau justru pertemuan mereka kembali mengungkapkan fakta yang selama enam tahun tersimpan rapat di hidup Yunita?

chap-preview
Free preview
Bab 1. Awal yang baru
“Selamat atas kesuksesan proyek kemarin, Bu Agista Yunita.” Nita membaca satu per satu karangan bunga yang berjejer di depan ruang kerja dengan senyum merekah di wajahnya. Bukan hanya satu atau dua, tetapi lebih dari lima karangan bunga memenuhi sudut ruangan. Semuanya berisi ucapan selamat atas kesuksesan kerja sama antara dirinya dan klien ternama, Tamara. Kerja sama kali ini benar-benar membuahkan hasil. Banyak pujian dan decak kagum dilontarkan untuk gaun pernikahan yang dikenakan Tamara, sosok ternama yang pernikahannya menjadi sorotan banyak orang. Yunita menjadi salah satu orang di balik keindahan gaun tersebut dan kini, namanya mulai dikenal oleh lebih banyak kalangan. “Nama Mbak Agis makin dikenal aja, nih. Lihat deh, follower-nya naik pesat.” Devi, salah satu staf di My Dream Fashion tempat Yunita bekerja, ikut memperhatikan layar ponsel Yunita. Senyumnya tak kalah lebar. Yunita hanya terkekeh kecil, “Iya... syukurlah. Acara pernikahan Tamara kemarin berjalan lancar. Gaun yang dikenakannya juga benar-benar selaras dengan wajah dan riasannya. Dia jadi terlihat semakin cantik.” Yunita kemudian menatap beberapa foto Tamara yang tersebar di media sosial. Berita tentang pernikahan perempuan itu benar-benar viral. Hampir di setiap unggahan, gaun yang dikenakan Tamara selalu menjadi salah satu hal yang paling banyak dibicarakan. Tanpa Yunita sadari, kesempatan tersebut telah menjadi batu loncatan besar dalam kariernya. Karyanya mulai dikenal. Pesanan pun berdatangan. Bahkan, semakin banyak calon pengantin yang ingin mempercayakan gaun untuk hari bahagia mereka kepada Yunita. “Eh, ada proyek baru lagi, nih, Mbak Agis.” Devi tiba-tiba kembali menghampiri. Yunita mengangkat wajahnya, “Proyek apa?” “Katanya ada yang mau pesan gaun untuk acara pertunangan sekaligus pernikahannya. Pesannya ke sini.” “Benarkah?” “Iya.” Devi mengangguk antusias. “Katanya sih, ini anak salah satu petinggi negeri ini. Anak anggota dewan, mungkin. Kita ada janji temu lusa. Gimana?” Yunita terdiam sejenak. Ia bisa merasakan jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Kesempatan seperti ini tentu tidak datang setiap hari. “Ambil dong,” jawab Yunita mantap. “Kesempatan besar kalau sampai dia cocok dengan karya kita.” Devi ikut tersenyum, “Berarti aku konfirmasi jadwalnya?” Yunita mengangguk. “Benar. Aku setuju.” Yunita benar-benar akan memanfaatkan kesempatan kali ini dengan sebaik mungkin, sama halnya seperti ia membuat gaun pernikahan untuk Tamara. Ia menumpahkan segala kreativitasnya sebagai seorang desainer, karena saat yakin seseorang seperti Tamara akan membawa pengaruh besar untuk dirinya nanti. Selain ucapan selamat dari beberapa klien, Nita juga mendapatkan ucapan selamat dari seseorang yang membuat raut wajahnya merona. Ucapan berbentuk voice note tanpa ada kiriman bunga itu menjadi salah satu yang paling spesial untuknya. “Selamat atas kesuksesannya ibu,” suara anak perempuan yang begitu merdu mengalun indah di telinganya membuat Nita tersenyum sekaligus terharu dalam waktu yang bersamaan. “Terimakasih sayangku.” balasnya. Tidak berselang lama ia kembali menerima balasan berupa foto yang begitu manis. Foto putrinya, Aleandra bersama sang Adik Jena. Keduanya tengah menikmati es krim bersama, di dekat sekolah Alea. “Dasar…” gumam Nita. Ia tidak lagi membalas, menaruh ponselnya di atas meja dan kembali mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya yang belum selesai. Saat ini, Nita mungkin kehilangan banyak momen bersama sang putri, namun dibalik itu semua ada usaha dan kerja keras yang sedang diusahakan Nita. Yakin kebahagiaan Alea. Gadis kecil yang dilahirkannya lima tahun lalu tanpa sosok suami, bahkan Alea belum mengenal siapa ayahnya sampai detik ini. Meskipun Nita selalu mengusahakan yang terbaik untuk Alea namun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam ada rasa bersalah yang selalu berhasil menghantuinya, karena ia merasa tidak mampu memberikan kebahagiaan seutuhnya pada Alea. Perceraian memang selalu meninggalkan luka, tapi Yunita tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi dalam hidupnya. Menjadi janda di usia muda sekaligus menjadi single mom seperti saat ini, semua itu dianggap sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Nita menerima takdir hidupnya, hanya saja ia masih kesulitan mengendalikan hatinya sendiri, dimana ia masih selalu memikirkan mantan suaminya. Seorang lelaki yang menjadi cinta pertama, sekaligus cinta yang paling menyakitkan. Nita tidak akan pernah lupa saat ia mengetahui bahwa sosok lelaki yang dicintainya itu menikah karena terpaksa dan yang paling menyakitkan, dia masih mencintai mantan kekasihnya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
197.3K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
26.8K
bc

Kali kedua

read
223.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
24.4K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
238.4K
bc

MENCINTAIMU TANPA SENGAJA

read
1.3K
bc

Langit Tak Selalu Abu-Abu

read
125.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook