bc

Ketika Aku Berhenti Mencintaimu

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
family
HE
heir/heiress
sweet
city
office/work place
lies
rejected
like
intro-logo
Blurb

Diara Zenara V, adalah gadis yatim piatu yang sederhana, bahkan penampilannya bisa dibilang sangat terlihat kampungan.Hingga ia sering menjadi bahan ejekan teman-teman suaminya, Marvel. Pria itu terpaksa menikah karena desakan kakeknya, kakek Hardi Dirgantara.Saat akan memberikan suaminya kejutan di hari ulang tahunnya, ternyata Marvel sedang bermesraan dengan Gina, teman dekatnya sendiri.Saat hatinya hancur ia berhenti berharap lagi, ia memutuskan untuk mengakhiri hubungan palsu itu dan memulai hidup baru. Diara bukanlah wanita biasa, tanpa sepengetahuan Marvel, ia adalah pemilik perusahaan saingannya di bidang perhiasan dan fashion. ZV Corporation.Saat akan mengurus perceraian justru di saat itu  Marvel mempersulitnya, namun dengan kekuasaannya Diara menjadi wanita yang sulit disentuh, dan Marvel tidak menyerah begitu saja ia bahkan menggunakan cara licik untuk mendapatkan Diara kembali.Diara menjadi lebih waspada kepada Marvel.Di tengah konflik melawan Marvel sendiri.Diam-diam ada seorang yang memberikan perhatian, Jevano yang dingin dan misterius sebagai bosnya di Skyron Tech dan kedatangan Evander yang tampan, baik hati dan manis akan menambah konflik cinta semakin rumit.Persaingan kekuasaan dan kisah masa lalu yang tragis akhirnya nanti terungkap.Dan apakah dengan penampilan Diara yang kampungan itu, ia akan mendapatkan pria yang lebih baik dari Marvel?

chap-preview
Free preview
Bab 1. Bagai Langit dan Bumi.
Bab 1 Pagi itu di Kota Joxa, cuaca cukup cerah. Matahari sudah menampakan diri seutuhnya. Seorang gadis berdiri di depan rumah mewah bergaya eropa. Ia baru saja turun dari taksi beberapa menit yang lalu. Diara Zenara Valt baru saja pulang dari perjalanan bisnis selama dua hari di luar kota. Gadis itu kembali lebih cepat karena proyek yang dikerjakan telah selesai dengan mulus sebelum hari yang ditentukan. Setelah merapikan kepangan rambut dan kacamata tebal yang menghiasi wajahnya, ia berjalan melintasi halaman yang sangat familiar baginya. Tangan kanannya membawa sebuah kotak berwarna cream dan tote bag mini hitam, sedangkan tangan kirinya menarik sebuah koper berukuran sedang. Hari ini adalah anniversary pernikahan Diara yang ketiga. Ia sudah menyiapkan kue dan kado istimewa untuk suaminya Marvel Dirgantara. Selain itu, ia berencana memberi kejutan besar di pesta ulang tahun Marvel sebulan dari sekarang. “Semoga Marvel suka,” gumam Diara sambil tersenyum tipis. Diara dan Marvel sudah menikah selama tiga tahun. Walaupun hubungan mereka tidak seperti pasangan lain, namun gadis itu selalu mencoba menyenangkan hati Marvel. Saat ini mungkin suami tercintanya itu sudah berangkat ke kantor. Diara meninggalkan kopernya di ruang tamu lalu melangkah menaiki anak tangga menuju kamar suaminya di lantai atas. Langkah kakinya terhenti saat netranya tidak sengaja melihat sepasang sepatu heels wanita warna grey dengan manik-manik mutiara tergeletak berantakan. Pikirannya berkecamuk sesaat. “Mungkin saja itu milik Vanya,” batin Diara, mencoba berpikir positif. Adik Marvel itu memang sering berkunjung. Selama ini Diara jarang naik ke lantai atas karena kamarnya berada di lantai bawah. Karena pernikahan mereka atas dasar perjodohan Kakek Hardi Dirgantara, selama ini sikap Marvel kepada Diara sangat dingin. Pria itu selalu menjaga jarak dan hanya bicara seperlunya saja. Diara mengedarkan pandangannya ke sekeliling hingga ke balkon ujung lorong, namun tidak ada siapapun. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar. Saat tiba di depan pintu kamar Marvel yang sedikit terbuka, ia melihat Marvel yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya. Diara terkejut. Jantungnya berdebar kencang melihat tubuh suaminya yang sempurna—bahunya lebar, otot perut kotak-kotak, rambutnya basah dan sesekali tetesan air mengalir di tubuh atletisnya itu. Namun tidak lama kemudian, seorang wanita menghampiri Marvel dan berdiri begitu dekat sambil meraba d**a berotot itu. “Kapan kau membuang gadis kampungan itu, Vel?" Diara terkejut. Itu adalah suara temannya, Gina. “Sebentar lagi," ucap Marvel. “Tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi,” ucap wanita itu. “Bersabarlah, tidak lama lagi.” Marvel meyakinkan Gina sambil menatapnya lembut. Tatapan yang tidak pernah pria itu berikan untuk Diara. “Aku takut jika lebih lama, kau akan jatuh cinta padanya.” “Tidak mungkin, aku bahkan belum menyentuhnya.” “Belum? Memangnya kau berniat menyentuhnya?!" tanya Gina dengan nada cemburu. "Tentu saja tidak! Melihatnya saja sudah buat aku mual,” ucap Marvel tegas. Diara terpaku. Bahunya menegang namun ia tetap diam mendengarkan. “Dia memang terlalu kampungan, tidak bisa merawat diri. Sangat jauh denganku," ucap Gina. "Tentu saja. Kau bagai langit dan bumi, Sayang, bahkan tidak pantas bersahabat dengannya,” ucap Marvel. “Aahh, kau bisa saja sayang," ucap Gina. “Setelah semua hak waris sepenuhnya diberikan kakek kepadaku, aku akan membuangnya.” Tubuh Diara bergetar. Tangannya mengepal hingga kuku-kukunya hampir melukai telapak tangan. Jadi, Marvel bertahan dengannya hanya demi hak waris? “Baiklah. Kalau begitu, mau lagi?" ucap Gina. “Sayang, jangan mera—" Kata-kata Marvel berhenti, berganti dengan suara kecupan yang menjijikan. Seketika tubuh Diara limbung. Hatinya hancur berkeping-keping. Lututnya lemas seperti tidak bertulang. Namun ia mencoba untuk tidak jatuh. Diara menutup mulut dengan telapak tangan kirinya. Inikah suami yang begitu dingin padanya? Inikah pria tegas yang selama tiga tahun ini hidup bersamanya? “Ternyata dia bisa begitu romantis,” bisik Diara lirih. Jadi selama ini, Marvel hanya tidak mau melakukan dengannya? Tiga tahun ini terasa sia-sia. Diara melakukan semuanya untuk Marvel: membantu pekerjaannya di kantor dan melayaninya di rumah seperti pelayan. Satu hal yang selalu Diara yakini adalah cinta akan datang seiring berjalannya waktu. Marvel akan mencintainya dengan tulus karena kebaikannya bukan karena penampilan. Karena itu ia terus bersabar dan bertahan. Diara menghela nafas panjang, ia pun tersenyum miris. Air mata mengalir tanpa suara. Tidak ada teriakan, tidak ada amarah, tidak ada pertanyaan, karena semua jawaban sudah ada di balik pintu itu. “Sudah cukup sampai disini,” pikir Diara. Walaupun adegan itu sangat menjijikan, ia mengeluarkan ponsel dan merekam kegiatan di kamar itu sebagai bukti. Setelah kembali ke ruang makan dan meletakkan kotak berwarna cream itu di meja, Diara berlari kecil sambil menyeret kopernya menuju kamar. Ia menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Sekuat apapun ia mencoba menenangkan perasaannya yang campur aduk, rasa mual tetap tak tertahankan. Gadis itu berlari ke toilet dan mengeluarkan isi perutnya yang kosong. Setelah membasuh wajahnya dengan air, ia memandang bayangannya di cermin. Wajah bersih itu kini tanpa kacamata, terlihat lelah, polos dan menyedihkan. Selama tiga tahun ini, Diara tidak pernah benar-benar merawat dirinya sendiri. Paginya disibukkan dengan menyiapkan sarapan Marvel lalu lanjut bekerja. Kadang di sela-sela pekerjaan, ia harus melayani ibu mertuanya Karina dan adik iparnya Vanya. Pulang bekerja, ia harus menyiapkan makan malam untuk Marvel. Kadang ia masih diperintah Marvel untuk membantu membuat desain perhiasan. Jika hasil desainnya sukses menjadi tren di kota Joxa, Marvel akan mengadakan pesta. Namun tidak pernah sekalipun melibatkan Diara. “Aku memang bodoh,” gumamnya sambil mengusap wajahnya. Tidak lama kemudian Diara keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri dan berganti pakaian. Ia duduk di tepi ranjang lalu mengambil sebuah map hitam dari dalam laci. Gadis itu melihat isinya sejenak dan segera menandatangani surat itu tanpa ragu. Air matanya tanpa terasa kembali mengalir. Ia menyadari bahwa ia benar-benar tidak dianggap sebagai istri. Jadi untuk apa lagi ia bertahan? Baginya, perjuangan mengejar cinta Marvel sudah berakhir. Saat ini ia harus mengubah rencananya untuk memberi kejutan di hari ulang tahun Marvel bulan depan. Tapi pertama ia akan mengabulkan permintaan Marvel di hari pertama pernikahannya: Menandatangani surat perceraian mereka.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Inferno Demon Riders MC: My Five Obsessed Bullies

read
1.0M
bc

The Messenger

read
107.1K
bc

The Silver Wolf

read
300.2K
bc

The Billionaire’s Intern

read
925.2K
bc

Yüzbaşının Cerrahı

read
777.4K
bc

Chosen, just to be Rejected

read
772.1K
bc

The Eclipsed Life of Luna Mischa

read
403.7K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook