Langit memandangi makam ibunda dengan berlinang air mata. Aneh rasanya ketika malah dirinya yang menangis sementara Pelangi di sampingnya hanya menatap nisan di bawahnya dengan kosong. Langit memeluk kakaknya yang tidak berekspresi. Wajah gadis kecil itu sangat datar hingga Langit sukar mengetahui apa yang dirasakannya kini. Perlahan, ia menuntun Pelangi meninggalkan makam Tata. Diam-diam Langit menoleh pada gundukan tanah basah tersebut dari balik bahunya. Semoga di alam sana, Tata tidak berharap Surya akan datang mengunjunginya. Ketika dilihatnya Langit dan Pelangi tidak lagi berada di sekitar kediaman terakhir Tata, keluarlah Surya dari persembunyiannya. Pria itu sengaja mengumpet karena tidak ingin melihat kedua hartanya yang tersisa mengamuk, mencaci, menangis di depannya akibat ke

