15 | Cahaya Malam

1943 Words

Bukan Bintang namanya kalau menyerah dalam membujuk Langit untuk bermain di rumah laki-laki itu. Bukan tidak mau, tapi saat ini Langit tahu Surya berada di rumah. Meskipun Bintang telah mengetahui rahasia Langit, namun bukan tidak mungkin gadis ini akan meminta yang tidak-tidak nantinya. Pikiran itu tentu membuat Langit ingin menjahit bibir mungil yang tengah asyik bercuap-cuap. Tidak peduli dengan tampang masam Langit. “Jangan-jangan, Kak Langit nggak mau bawa Bintang ke rumah karena di sana ada Om Surya? Ooh! Pantes aja kemarin Kak Langit berani bawa Bintang, ternyata Om Surya lagi nggak di rumah. Iya, kan?” Tepat. Tapi bukan Langit namanya kalau tidak mampu berkilah. “Kita ke rumah kamu aja.” Bintang menggeleng kuat. Laki-laki itu bahkan menahan tawa ketika kepala Bintang terantuk se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD