Langit kecil menatap dari kejauhan sosok ibunda yang terlihat mulai memburam. Air mata tergenang di sepasang pelupuknya. Mendesak keluar agar dunia tahu bahwa dirinya hanya anak ingusan yang lemah. Tapi tidak. Meskipun air mata itu tetap terjatuh pada akhirnya, Langit tetap tidak membiarkan dirinya terlihat lemah di mata siapa pun yang melihatnya kini. Langit mendapati sepasang mata sayu itu menatapnya sendu. Dari kejauhan, Tata tersenyum dengan air mata yang perlahan mengalir. Tata mengulurkan tangan ke arahnya, meminta Langit mendekat sehingga ia bisa memeluk anak laki-lakinya itu. Ingin Langit meraihnya, namun ia tahu, siapa yang paling Tata butuhkan saat ini. Anak itu berlalu, meninggalkan Tata yang kecewa menatap punggung kecilnya. Dalam langkahnya, Langit menghubungi Surya dengan p

