Malam jum’at, sebelum misa malam gua, rio, dion, dan beberapa teman lainnya pergi makan nasi goreng dan memang mengidekan buat nggak makan malam dari asrama. Pulang misa belajar malam sampai akhirnya lonceng berbunyi menandakan belajar malam selesai dan waktunya untuk tidur malam.
Gua tidur dengan rio, biasa kalau udah nemu temen akrab biasanya bareng terus 24/7 mau ngapain aja. Gua terbangun kira kira 03.10 melihat jam di dinding dengan penglihatan setengah sadar, perut gua mules banget kekenyangan makan nasi goreng dan pedes gila buatan mas mb.
Gua bangunin rio buat nemenin gua ke toilet, "rio, rioo, riooo, temenin boker yuk kebawah" kata gua sambil megang perut yg mules parah. Fyi wc yg ada di kamar 1 udah lama nggak bisa dipakai. Gua dan rio turun kebawah, sebelum turun kebawah gua melihat ke arah gudang di kamar satu.
Pintunya ga tertutup. Gua lihat gudangnya hawanya kaya ga enak. Gelap dan bau busuk, nggak ada siswa yang berani masuk, berani pun kalau didampingin bruder. Dan gudang itu jarang banget dibersihin. Pas gua dan rio lewat, gudang, tiba tiba "ngeeekkkkkk" suara pintu gudang yang kebuka.
Gua kaget dalem hati, "anjing apaansi lagi mules bigini juga". Rio mulai takut dan dia bilang nggak berani kebawah. Gua dengen perut mules memberanikan diri, buat sendiri dengan muka kesel dan perasaan takut.
Mau ngelewatin wc yang nggak kepakai dikamar satu, ada suara nyanyian seorang cewek. Orang - orang bilang sih simanis. Dia bersenandung merdu bangettt. Kalau kata anak asrama yang lain kalau ada bersenandung dan nggak ada orangnya gausah hiraukan.
Yapss, gua berusaha menghiraukan. Gua lanjut kebawah, ketoilet. Sambil nginget senandungannya gua makin takut dan entah apa yang gua pikirin udah kacau banget. Kaya semua benda, ruang dan apa aja di toilet bergerak. Kepala gua mulai berat dan gua harus cepet kelarin boker gua.
Disaat gua udah mau kelar, ada cahaya dari arah luar. Dari arah ruang makan. "ada apalagi ini ya Tuhan" dalam hati gua. Langsung gua kelarin dan gua keluar toilet, pas keluar toilet gua disenter sama bruder gua yang udh bangun. Syukurlah dalam hari gua ternyata bruder udah bangun.
Emang bruder gua selalu bangun pagi, dan bisa dibilang jam 5 pagi dia udah bunyiin lonceng buat bangunin anak anak biasanya.
Dengan santai dan tenang gua sapa bruder "derr, udah bangun aja", tapi mukanya pucet dan lemes, "der sakit der ? Apa habis begadang ?" gua rada sok akrab gitu, tapi dia tidak sama sekali ada jawaban hanya nyenter ke arah toilet, "saya naik dulu ya der" akhir gua mengakhirinya.
Pas gua naik, dan mau masuk kekamar. Gua lihat ada bruder. Haaahh ? Bukannya bruder dibawah ? Gua lihat peris dengan baju yang sama tapi yang ini nggak pucet beda sama yang depan ruang makan deket toilet.
Suasana kamar melihat ramai, karena rio sedang bersenandung merdu banget dengan suara cewek. Gatau ini lagi mimpi atau nyata. Gua tanya temen - temen gua yang lain rio kenapa ? Kata dion sih, rio kesurupan dan bersenandung seperti simanis.
Bruder pun mendoakan rio, dan berusaha mengeluarkan simanis dari jiwanya rio. Tiba tiba rio teriak, "aku nggak mauuu" "anak ini nakal" "sembarangan dirumahku". Bruder rafly teriak "didalam nama Bapa, Putra, Roh Kudus keluarlah kau". Rio akhirnya muntah, muntahnya air semua.
Setelah dibersihkan dan diberi minum akhirnya rio dikasi kalung sama bruder. Kalung rosario, biasa dipakai orang katolik. Yang dimana katanya kalung itu sudah di berkati. Jadi hal mistis nggak bisa ganggu.
Semua terjaga sampai pagi, gua mencoba nanya sama rio "Kenapa lu bisa kaya semalem ?" dia cuma diem. Set akhirnya gua urungkan niat gua buat mencari jawaban dari rio
Setelah pulang sekolah, gua dan rio dipanggil sama bruder ke ruangannya. Gua ditanya, "waktu rio kesurupan kamu dimana ?" "saya di toilet der" "ngapain ?" "saya sakit perut der" Trus gua jelasin dari awal yang dimana gua minta temenin sama rio dan pintu gudang kebuka dan rio takut
Dan setelah itu melewati wc gua denger senandung merdu banget. Tapi nggak gua hiraukan. Gua anggep angin lalu. Akhirnya giliran rio ditanya sama bruder. "rio kamu setelah diajakin sama deff ke toilet kamu kemana ?" "saya ke tempat tidur der, karna kasihan saya coba susul deff"
"sebelum melewati wc kamar satu, apa yang didengar deff saya juga denger senandung merdu itu der" "trus ?" "saya takut der" "trus?" "saya teriak bahasa kotor der (kntl, babi, ppq, anjg)" jawab rio. "akhirnya saya lari ke tempat tidur lalu sembunyi diselimut der" rio nangis takut
"udah sembunyi, suara senandung itu makin kenceng der" "saya gakuat der" dan saat itu pulario kesurupan Fyi: Simanis ini suster yg meninggal di tangga simanis, kalian bisa lihat denah kamar satu. Dia terpeleset. Suster yang punya suara bagus dan tidak suka sama anak nakal.