Sonya menggebrak meja di depannya cukup keras, sukses membuat Karen terlonjak kaget hingga nyaris menjatuhkan buku tebal yang sedang dipegangnya. Karen mendelik tajam pada teman baiknya yang tiba-tiba datang mengejutkannya. “Katakan aku salah lihat tadi, aku melihatmu berpegangan tangan dengan Hie. Itu mustahil, kan?” Karen mendengus, dia letakan buku tebalnya di atas meja seraya tersenyum tipis. Sonya mengerutkan dahinya karena tanpa Karen menjawabnya dengan kata-kata, ekspresi wajahnya sekarang sudah cukup sebagai jawaban bagi Sonya. “Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa berpegangan tangan dengan pengawalmu, Karen?” “Haruskah aku menjawabnya?” “Tentu, karena aku teman baikmu jadi kau tidak boleh menyimpan rahasia apa pun dariku.” Dan lagi-lagi Karen mendengus sebal seraya memutar bola

