BAGIAN 30

2856 Words

Suasana di ruangan itu tampak canggung. Sang nyonya besar tengah meneguk teh hijaunya dengan santai, berbeda dengan sang nona muda yang tengah berdiri mematung dengan pandangan mata menunduk ke lantai. Kesepuluh jari tangannya saling meremas, raut tegang terpancar jelas di wajahnya.  Yuren melirik putrinya yang kentara sekali sedang gugup. Dia letakan cangkir tehnya di atas meja dengan anggun. Menopang dagunya dengan kedua tangan yang bertumpu pada meja seraya tatapan matanya menghunus tajam ke arah putrinya yang hingga detik ini tak berani menatap ke arahnya. Dia pun berdeham yang seketika membuat Karen mendongak. “Jadi bisa kau jelaskan, kenapa Hie bisa datang ke pemandian khusus untuk kita berdua? Apa dia tidak tahu tempat itu dilarang didatangi pria?” “Itu, aku yang memanggilnya ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD