"Jalan Menuju Roma"

1723 Words

“Positif, tidak, positif, tidak, ya?” Shavia mondar mandir lantaran di tangannya kini sudah ada test pack pemberian Boy. Dulu dia ingin segera hamil, sekarang malah takut untuk hamil. Semudah itu dia berubah pikiran lantaran sang suami menyakitinya bukan melindungi dan menjaga istri. Andri lebih memilih wanita lain yang memulai sesuatu dari nol bersamanya. Malam-malam begini memang melakukan tes juga kurang akurat, bisa saja negatif padahal hasilnya positif, bagusnya pagi saat kencing pertama baru bangun tidur. “Aduh aku tak kuat untuk melakukan tes ini.” Via kini menggigit ujung jarinya. Semalaman dia tidak bisa tidur karena pikirannya tak tenang, intinya dia takut hamil dan saat hamil dia tak punya suami kan rasanya mungkin tak enak. “Nanti bagaimana rasanya hamil tanpa suami?” Pikiran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD