Arif dari tadi mondar mandir tak karuan selesai dia meeting, makan dan minum pun sampai dilupakan, di pikirannya hanya ada Shavia, Shavia, Shavia lagi. Dia enggan makan dan minum, di luar sana akankah Shavia bisa makan enak dan minum minuman yang sehat? Arif jadi merasa bersalah, belum lagi Shavia anaknya so kuat tapi aslinya jika sudah sangat kelelahan mudah tumbang. Pria yang rambutnya sudah banyak ditumbuhi uban ini pun senang saat melihat kedatangan Ridwan asistennya, setidaknya Ridwan tak datang dengan tangan kosong, dia melihat Ridwan membawa tas besar. Pikiran Arif membayangkan ia membawa Via beserta pakaiannya karena mau untuk pulang. Sayang sungguh sayang Ridwan malah menggelengkan kepalanya lalu melaporkan hasil temuannya tadi. “Apa? Anak saya diusir dan diceraikan?” tanya Ar

