"Sudah cukup," ucap Alfa. Vanya mulai meletakkan gelas itu ke tempat semula. Kini tatapan Vanya beradu kembali dengan Alfa. "Kamu kenapa ada di sini?" tanya Alfa dengan menatap penuh tanya kepada Vanya. "Numpang wifi rumah sakit buat nugas," jawab Vanya asal. Alfa menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak mungkin, alasan kamu kurang kuat Vanya." "Ck, lagian sih Bapak! Jelas-jelas saya disini itu menunggu Bapak sadarkan diri sejak kemarin," balas Vanya berdecak kesal. Alfa terkekeh. "Jangan emosi, nanti kamu darah tinggi loh." Vanya hanya diam, dia membuang mukanya ke arah lain. Entah mengapa Vanya merasa Alfa lebih banyak bicara sekarang kepada dirinya. "Saya lapar," ucap Alfa seraya menatap lekat Vanya. Vanya mulai menatap kembali Alfa. Hari ini sudah hampir larut. "Bapak mau saya p

