10

767 Words

Air mata Vanya semakin mengalir deras di pipi glowing miliknya, rasa sesak dan perih mulai menyelimuti hati Vanya. Perasaan tidak percaya pun menggelayuti diri Vanya. "Tidak! Ayah tidak mungkin tega mengkhianati Bunda," ucap Vanya seraya menahan isak tangisnya. Beberapa menit kemudian, pintu ruangan operasi itu pun terbuka. Menampilkan seorang dokter yang mengenakan jubah operasi berwarna hijau. Tatapan dokter itu tidak bisa di artikan. Dengan spontan, Vanya pun menghampiri dokter itu. "Bagaimana operasi Bunda saya Dok?" tanya Vanya kepada dokter yang berdiri di hadapannya. Dokter itu menghela nafasnya berat dan membuka masker yang dia pakai. "Maaf." "Maaf? Untuk apa Dok? Operasi Bunda saya berjalan lancar bukan?" tanya Vanya dengan tatapan memohon kepada sang dokter. "Maaf, Ibu Meli

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD