24

1763 Words

Plak ... Satu kali lagi tamparan keras telah mendarat di pipi kanan Vanya. Tamparan yang meninggalkan bekas kemerahan di pipi mulus Vanya, serta tamparan yang menggoreskan luka baru di hati Vanya. "Pergi kamu dari rumah ini! Kamu bukan anak dari keluarga ini lagi!" seru Alex seraya menatap tajam ke arah Vanya. Vanya tersenyum sinis, kini semakin menjadi lagi luka di relung hatinya. Dengan sekuat mungkin Vanya menahan air matanya agar tidak lolos keluar. "Tanpa Anda usir pun saya akan pergi dari rumah neraka ini! Rumah yang dulunya selalu menjadi tempat favorit saya dan saya anggap surga, kini seolah menjadi neraka dan penjara karena w***********g itu. Dan ya, saya harap Anda tidak menyesal telah membuang sebongkah berlian demi setumpuk sampah!" balas Vanya seraya menunjuk dan menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD