"Bisa nggak sih, sehari aja, libur dulu gantengnya?" Mendesah berat, Arya menatap dramatis pantulan dirinya di depan cermin, "gue takut ketampanan ini overdosis. Bahaya kan, kalau pria-pria penghuni bumi lainnya nggak kebagian?" Mematut kembali penampilannya, Arya memberi anggukan kepala, "kalau dasarnya ganteng, mau pake karung pun pasti tetap memesona." Di tengah kesibukannya bermonolog di depan cermin, sembari sibuk menakar kadar ketampanan yang kian mengkhawatirkannya. Suara ponselnya yang tiba-tiba meraung, memantik perhatian. Membalik tubuh, Arya mengayunkan langkah, berderap menuju nakas yang berada di samping tempat tidurnya. Karena di sana ia meletakan ponselnya. Ketika akhirnya meraih benda pipih tersebut, kening Arya mengernyit, mendapati nama Calya yang muncul di layar pon

