My Soul Is You - 56

1065 Words

"Kapan resign?" Makanan yang baru saja tertelan ditenggorokan, seolah bertransformasi menjadi sekumpulan kerikil. Berdeham-deham untuk meluruhkan gugup. Calya meraih gelas dan segera meneguk cepat hingga isinya nyaris tandas. Mengelap pelan bibirnya, gadis itu menjatuhkan pandangan pada sang mama yang masih tampak menunggu jawaban darinya. "Kan, butik aku belum jadi, Ma." "Ya kamu tengok dong Cal, lihat perkembangannya sudah sejauh mana? Mama perhatikan kamu justu seperti tidak peduli." "Mana mungkin, Ma?" Sanggah Calya cepat, "aku bukannya nggak peduli. Tapi sibuk. Mama tau sendiri aku kan kerja. Jadi sudah pasti waktuku banyak tersita." "Nah, makanya Mama tanya tadi. Kapan kamu mau resign? Apa untungnya sih kerja di kafe Hasta? Kamu malah menelantarkan calon usaha sendiri." "Buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD