Calya menutup pintu lokernya cukup keras. Membuat Rena yang berada di sebelahnya berjangit. Nyaris saja dia keceplosan mengeluarkan k********r. Untungnya masih bisa diredam. "Lo ada masalah sama gue?" Maju dua langkah untuk memangkas jarak diantara mereka. Calya bersedekap tangan, sembari menyandarkan tubuh pada loker yang ada di sampingnya. Tertawa hambar, Rena menyelipkan anak rambut ke belakang telinga dengan gerak pelan. Berdeham meluruhkan gugupnya menghadapi konfrontasi yang Calya lakukan. "Apa maksudmu?" "Ck! Nggak usah pura-pura, lo kira gue nggak tau dari tadi lo liatin gue terus?" "Maaf kalau sikapku bikin kamu salah paham Cal." Balas Rena dengan raut sesal. "Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu." Mendesah gusar, ia tatap Calya yang menampilkan wajah datar. "Aku cuma kh

