Kami semua tertawa terbawa suasana. Namun seketika tawa kami berhenti karena mendengar sebuah suara. " Enak ya dari tadi gibahin saya" Refan melotot kan matanya kearah kami. " Eh ada Refan. Enggak kok kami gak ngomongin kamu kok" Riski menampilkan wajah tanpa dosa nya agar Refan percaya akan perkataan nya itu. Ternyata Refan susah juga buat di bohongi. Buktinya sekarang dia malah mengaitkan tangannya ke leher Riski agar pria tersebut mau mengakui bahwa dari tadi mereka emang ngomongin dia. Naira dan yang lainnya dari tadi hanya melihat tingkah konyolnya Refan dan Riski. Mereka juga kasihan terhadap Riski yang sepertinya susah bernafas karena ditahan oleh Refan. Riski sedari tadi sudah memberikan kode kepada teman-temannya agar membantu dirinya dari tekaman si Refan. Tapi entah kena

