21

1065 Words

Zaki berjalan hendak memasuki ruangan nya. Ketika ia akan melewati ruangan bedah, iadi suguhkan dengan pemandangan yang membuat hatinya panas. Ia melihat Naira yang sedang duduk berduaan dengan laki-laki lain. Zaki mengurungkan niatnya dan berbalik arah. Saat Zaki berbalik, tiba-tiba saja ada Refan didepan mata nya. "Lo pasti marah lihat mereka kan?" Ucap Refan sambil melirik kearah Naira dan Fano. Zaki hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Refan. "Saran gue, Lo gak boleh terlalu cepat menyimpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya." "Maksud Lo?" "Gue tau, sekarang Lo pasti berpikiran kalau Naira sedang mengkhianati kamu kan?" Zaki mengangguk. "Itu yang gue maksud. Lo terlalu cepat menyimpulkan kalau Naira itu udah khianati Lo, padahal itu belum tentu benar." "Tapi ini bukan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD