BAB 50

2134 Words

Bian menyesap tepat pada luka di jari Intan. Untungnya, yang luka tuh bukan tangan kiri. Kalo tangan kiri. Iewh ... Mohon maap author mau ke belakang dulu. “Ish ... Udah ah. Gue gak papa.” Intan menarik tangannya agar terlepas dari emutan bibir Bian. Bukan apa-apa, karena hati dan jantungnya tidak bisa mengkondisikan keadaan mereka yang sekarang sangat dekat. Jantungnya seperti mau loncat, sedangkan hatinya seperti meminta lebih dari sekedar diemut tangannya, eh. Emang mau apalagi, Intan? Semakin malam, kewarasan Intan seolah terus terkikis. Belum lagi karena perasaannya yang tak menentu, tapi masih muncul lagi hawa dingin yang menggigit-gigit kulit putihnya. “Nih, pakek.” Bian melemparkan jaket miliknya tepat pada muka Intan. Aish ... Perhatian sih, tapi agak ngeselin juga. Huft

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD