Dan di sinilah Intan sekarang, mengikuti Bian yang masuk ke rumahnya lalu keluar lagi dari pintu belakang. Haih ... Mau kemana sih si patung ini? Intan menghentakkan kakinya kesal tapi mau tidak mau tetap mengekor Bian yang sekarang keluar dari pintu belakang rumahnya. Tamu secantik Intan mau diajak duduk di mana? Huh! Intan bersungut. “Mau kemana, sih? Gue tuh mau bertamu, ya. Bukan mau aneh-aneh.” Intan tak tahan dan pada akhirnya bicara dengan lantang saat dirinya baru keluar dari pintu belakang rumah Bian. Mendengar itu, Bian menghentikan langkahnya, menoleh sekilas pada Intan lalu berucap, “Pulang sana!” What? Serius Intan disuruh pulang setelah capek-capek datang ke rumahnya? Kalau bukan karena Naya, Intan juga ogah datang ke rumah Bian. “Ish ... Gue kan nanya mau kemana? Git

