bc

One Night In Venezia (Me & Mafia)

book_age18+
60
FOLLOW
1.3K
READ
one-night stand
HE
opposites attract
arrogant
boss
mafia
blue collar
drama
bxg
like
intro-logo
Blurb

Karena merasa frustrasi dengan apa yang di alaminya membuat Anna Brown melampiaskannya dengan seorang laki-laki yang tidak di kenalnya.Ternyata laki-laki yang bersamanya seorang mafia hingga membuat Anna menjadi tawanan Maxim Luxio Grox.

chap-preview
Free preview
Bab 1. Malam Panas Dengan Pria Asing
"Ternyata selama ini aku salah. Aku kira kamu memang laki-laki setia, tapi aku salah berpikir seperti itu. Kamu jahat Stefano, kamu jahat!” Anna terus saja meracau melampiaskan rasa kecewanya terhadap sang kekasih. Dia pikir selama ini Stefano adalah laki-laki yang baik. Ternyata tidak sebaik itu, yang lebih membuatnya tidak percaya lagi adalah mereka sudah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Lalu bagaimana bisa tiba-tiba laki-laki itu mengatakan bahwa dia tidak mencintainya dan mengakhiri hubungan mereka. Hubungan yang telah mereka jalin selama hampir lima tahun. Dan, untuk pertama kalinya Anna pergi ke klub malam untuk melampiaskan rasa kecewanya terhadap mantan kekasihnya. Bahkan dia sudah setengah sadar karena begitu banyak menghabiskan minuman beralkohol hingga membuatnya mabuk. "Astaga, kepalaku pusing sekali," ucapnya yang merasa bahwa kepalanya benar-benar pusing. Walaupun dengan sempoyongan, tapi dia tetap berusaha untuk keluar dari tempat itu. Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang tidak sengaja ditabrak olehnya. "Astaga, bagaimana bisa ada laki-laki setampan ini. Hai pria tampan, apa kamu membutuhkanku? Ayo temani aku malam ini dan aku akan membayarmu! Kau tau, aku punya cukup banyak uang dan aku bisa membayarmu malam ini!" racau Anna karena dia sudah kehilangan setengah kesadarannya. Dia tidak tahu siapa laki-laki yang ada di hadapannya itu karena yang ada di pikirannya saat ini bagaimana caranya dia bisa melampiaskan rasa sakit hatinya. Saat melihat reaksi laki-laki yang ada di depannya itu biasa saja membuat Anna kembali berulah. Dengan berani dia mengalungkan kedua tangan pada leher laki-laki tampan itu hingga membuat tubuh keduanya saling berdekatan cukup rapat. "Ayolah, Tampan! Kita habiskan malam ini dengan penuh gairah …,” bisik Anna di telinga laki-laki itu dengan suaranya yang sensual. Pria bernama Maxim itu tahu betul jika wanita yang memeluknya saat ini sedang mabuk berat. Jika dilihat dari penampilannya, Anna terbilang cukup cantik dan masuk dalam kriteria wanitanya untuk naik ke atas ranjang. "Kau terlihat jauh lebih tampan dari jarak sedekat ini." Kata-kata itu semakin memancing hasrat Maxim yang kini mulai merangkak naik karena belaian dan sentuhan yang diberikan Anna. "Ingat, kau yang memulainya! Jadi, jangan salahkan aku jika membuatmu mendesah sampai pagi!" balas Maxim dan dia langsung menarik tangan wanita itu untuk pergi meninggalkan tempat itu. Maxim membawa Anna yang sedang mabuk ke lantai 7. Kebetulan terdapat sebuah hotel di atas club tersebut dan kamar VVIP milik Maxim berada di sana. Pria berwajah tampan itu memang sering menghabiskan malam bersama para wanita-wanita bayarannya. Setelah sampai di dalam kamarnya, Maxim langsung mengunci pintu kamar dan menghempaskan tubuh wanita tadi ke atas tempat tidurnya. "Argh ...." Suara lenguhan Anna mulai terdengar. Membuat Maxim semakin b*******h, apalagi saat melihat rok mini yang dikenakan Anna kini sudah terbuka dan memperlihatkan paha yang putih mulus milik wanita itu. Maxim langsung naik ke atas tempat tidurnya lalu mengungkung tubuh wanita itu. Lihat betapa nakal tangan mungilnya yang mulai berani memegang perutnya yang berotot tersebut. "Ayo lakukan! Bukankah ini yang diinginkan banyak laki-laki di luar sana? Ayo puaskan aku, Pria tampan!" ucap Anna dengan suara yang mulai parau. Sementara Maxim sendiri masih terus menatap wanita yang berada di bawah kungkungannya saat ini. Anna menarik tengkuk leher Maxim hingga membuat bibir mereka saling bertautan satu sama lain. Maxim sendiri membiarkan apa yang wanita itu lakukan padanya dan dari apa yang dia rasakan, Maxim tahu jika Anna masih pemula dalam hal itu. Apa itu artinya dia tidak pernah melakukan sebelumnya? Tapi mana mungkin ada wanita baik-baik di dalam klub malam, apalagi dalam keadaan mabuk. Itu tidak mungkin. "Ah ...." Anna semakin mendesah. Membiarkan Maxim bermain dengan tubuhnya. Anna masih berpikir bahwa Maxim adalah laki-laki bayaran, tanpa dia ketahui siapa sebenarnya pria itu. Pakaian Anna sudah dihempaskan ke lantai oleh Maxim dan mereka siap melakukan permainan puncak menuju kenikmatan yang sedang diburu keduanya. Ini pertama kalinya bagi Anna melihat tubuh seorang laki-laki tanpa sehelai benang pun. Bahkan saat bersama dengan Steffano saja, dia tidak pernah melakukan hal itu. Namun, kali ini dia melakukannya dengan laki-laki yang tidak dia kenal sama sekali. "Ayo lakukan, puaskan aku! Aku ingin merasakannya …." Anna terdengar meminta sambil menggigit bibirnya. Membuat suara wanita itu terdengar begitu menggairahkan di telinga Maxim yang masih sibuk membuka sabuk miliknya lalu melemparkannya begitu saja ke lantai. Tanpa menunda lagi, Maxim melakukan penyatuan. Pria itu pun tahu bahwa wanita yang saat ini ada dalam kuasanya masih perawan dan dia adalah pria pertama yang merenggut mahkota berharga Anna. Entah berapa jam lamanya mereka melakukan permainan panas, yang jelas Maxim benar-benar merasa puas. Dia terus saja menatap wajah wanita yang kini sudah tertidur pulas di atas ranjangnya setelah mereka keduanya mencapai pelepasan bersamaan. Ada senyuman simpul di wajah Maxim saat melihat wajah cantik Anna. "Kau adalah milikku, Honey," ucap Maxim sebelum dia pergi meninggalkan Anna untuk pergi ke kamar mandi karena dia merasa jika tubuhnya terasa sangat lengket akibat terlalu berkeringat. Saat sampai di dalam kamar mandi, Maxim tersenyum ketika melihat dadanya yang memerah bekas luka cakaran dari kuku milik Anna. Sungguh, ini pertama kali bagi Maxim bisa bercinta sampai dia benar-benar merasa puas. Senyumannya mengandung banyak arti. Dia benar-benar merencanakan sesuatu untuk menahan wanita itu bersamanya. "Aku akan menjadikanmu milikku selamanya,” kata Maxim saat dia bercermin. Maxim pun mulai membersihkan tubuhnya lalu kembali ke kamar dan tidur sambil mendekap tubuh Anna yang ada tepat di sebelahnya. Malam itu, Maxim benar-benar tidur bersama dengan seorang wanita karena sebelumnya dia tidak pernah melakukan hal itu. Ya, biasanya dia akan langsung pergi atau mengusir wanita yang baru saja memuaskan hasratnya. Namun, Anna berbeda. Entah kenapa Maxim merasa nyaman saat ada di dekat wanita itu. *** Keesokan paginya, samar-samar Anna mulai terjaga meski kedua matanya masih terasa berat. Awalnya dia biasa saja. Sampai akhirnya, Anna mulai merasa kaget saat mendapati dirinya di atas ranjang tanpa sehelai benang pun. Ya, dia tidak mengenakan apa-apa di balik selimut putih yang saat ini menutupi tubuhnya. "Oh my God!" Anna benar-benar frustasi dengan apa yang dialaminya saat ini, apalagi saat melihat bagian dadanya dipenuhi bercak-bercak merah. Anna berusaha mengingat apa yang terjadi tadi malam dan hanya sebagian saja yang mampu dia ingat. Bagian di mana dia bertemu dengan seorang laki-laki, bahkan dia sampai mengajak pria itu bermalam dengan iming-iming akan membayarnya. Mengingat semua itu, Anna pun langsung bergegas turun dari tempat tidur dan memakai pakaian dengan asal. "Sebelum dia keluar dari kamar mandi, aku harus pergi dari sini!" Anna bergegas keluar dari kamar tersebut, walau sekujur tubuhnya masih terasa sakit. Sebelum pergi, Anna sadar bahwa dia harus membayar laki-laki itu. Entah berapa uang yang dimilikinya, tapi dia meninggalkan semua uang itu di atas tempat tidur, lalu keluar dari kamar itu dengan terburu-buru. “Kenapa aku bisa begitu bodoh melakukan itu dengan laki-laki yang sama sekali tidak aku kenal? Anna, Anna, kau membuat dirimu dalam masalah.” Wanita itu merutuki dirinya sambil terus melangkah cepat semakin menjauh dari kamar Maxim. Beberapa menit kemudian, tepat di saat Anna berhasil pergi, Maxim yang baru keluar dari kamar mandi langsung melihat ke arah tempat tidurnya. Pria itu tampak terkejut saat tak lagi mendapati Anna di sana dan hanya beberapa lembaran uang yang sengaja ditinggalkan wanita itu. "Jadi, dia pergi dan benar-benar menganggapku pria bayaran?" gumam Maxim sambil memegang uang tersebut. Bukan karena dia membutuhkannya, tapi karena dia merasa penasaran dengan siapa wanita yang telah menghabiskan malam bersamanya. “Ke mana pun kau pergi, aku pasti akan menemukanmu.” Maxim tampak menyeringai pria berwajah dingin itu tampak begitu yakin. Siapa yang tidak mengenal Maxim. Seorang mafia paling disegani di kota itu. ***

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
201.7K
bc

Kali kedua

read
221.9K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
44.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.9K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
5.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.3K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook