“Nih,” Ilham menyodorkan sebuah, dan sebuah lagi untuk dirinya. “Makasih, A" kata Delina. Ilham mengangguk, kemudian mengambil tempat di pinggir Delina. Sambil menyeruput mie instan seduh, mereka mengobrol akrab. “Kamu kenapa beberapa hari ini kayanya kelihatan gak bersemangat?” tanya Ilham serius. “Gak kok, A. Emang lagi gak enak hati aja,” jawab Delina. “Gak enak hati kenapa?” Ilham bertanya sambil menyuapkan mie ke dalam mulutnya. “Lelah aja, A,” jawab Delina singkat. “Lelah?” Ilham tersenyum. “Ada saatnya kita harus berhenti sejenak, Lin. Don't push yourself too hard,” Ilham menarik nafas panjang. Ilham menatap Delina dalam-dalam kemudian memalingkan lagi pandangannya ke arah lain. “Iya, A. Tapi gimana dong, A? Kondisinya emang kaya gini,” d**a Delina tiba-tiba terasa sesak,

