Calon Besan

1116 Words

"...." Suara Ilham mendadak berubah menjadi suara Rico yang berisik. “Lin... Lin... bangun!!! Bantu-bantu Mama!” terdengar suara pintu kamarnya digedor dari luar. Seketika Delina terbangun ia mengusap mata dengan kedua tangannya, Delina termenung sebentar di tempat nya, mencoba memahami apa yang terjadi, dilihatnya jam dinding sudah hampir menunjukkan pukul setengah enam pagi. Dan belakangan Delina baru menyadari, bahwa yang tadi itu hanya mimpi. “Ya elah... cuma mimpi, kirain betulan,” gerutunya pelan pada diri sendiri. Buru-buru ia mengambil handuk yang tergantung rapi di tempat ia biasa meletakkannya, kemudian bergegas membuka pintu kamar. Terlihat Rico sudah berdiri di hadapannya dengan ekspresi yang menyebalkan seperti biasanya. “Apa?!” kata Delina sengit. “Apa...apa... kayakny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD