Hadiah

1354 Words

Sofia masih berdiri di tempatnya tadi dan belum beranjak ke mana-mana, ditemani Nadia, sahabat karibnya tentu saja. Ia masih belum percaya, akhirnya ia dapat berinteraksi dengan Ilham, meski hanya sepatah dua patah kata. Ini adalah kali pertama Sofia bisa mendekati Ilham biasanya ia hanya memperhatikannya dari kejauhan. Karena mana mungkin tiba-tiba tanpa ada alasan yang jelas mendatangi Ilham dan mengajaknya mengobrol, apa lagi semua orang juga tahu Ilham itu orangnya sangat dingin. “Nad... Nad... Nad...” Sofia menggoyang-goyangkan tangan Nadia, masih gugup. “Lu gak liat tadi barusan gue ngapain?!” kata Sofia masih belum percaya dengan yang baru saja terjadi. “Ngasihin Bolpen Kak Ilham?” “Bukan soal itu, Nad,” “Terus?” “Akhirnya, Nad, gue bisa ngobrol sama dia! Gue terharu banget!”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD