Ilham mengikuti Rico dari belakang, hari mulai petang lampu jalan dan kendaraan mulai berkelap-kelip. Sekitar 30 menit dari studio, mereka sudah tiba di depan gang rumah Rico. Kemudian motor menepi diikuti mobil Ilham. Tak lama Rico turun dan mengetuk kaca depan mobil BMW Sport hitam itu. “Bagasinya buka!” kata Rico, sambil mengetuk kaca depan dengan pelan. “Ok,” Ilham menekan sebuah tombol, kemudian bagasi pun terbuka otomatis, setelah itu Ilham membuka pintu depan dan keluar dari mobil. “Nih, gue titip ya!” kata Ilham. “Hadeh, kenapa gak lu sendiri aja sih yang bawa?” gerutu Rico. “Udah, sekali-kali tolong temen!” “Bukan sekali-kali lagi ini sih,” kata Rico mendumal. Kemudian ia meletakan bunga dan boneka di jok bagian depan motor, sudah mirip kurir barang. “Kalau bukan demi tem

