Bagai Istana

1194 Words

“Kamu khawatir sama aku?” Ilham bertanya. Akhirnya kebekuan itu pecah. “Iya...” Delina mengangguk. “Aku udah sehat, Lin. Kemaren itu aku cuma sakit perut biasa aja kok dan mungkin sedikit capek. Emang Rico gak cerita?” kata Ilham lagi tersenyum. “Cerita, A,” jawab Delina singkat. “Ya ampun, pasti Rico cerita macam-macam sampe kamu jadi khawatir begini, awas aja kalau aku ketemu dia,” komentarnya lagi. Delina tersenyum. “Maaf gak ngabarin kamu, aku emang lagi sibuk banget di kampus. Besok ada seminar nasional, aku jadi panitia,” ucap Ilham menghela napas. Beberapa dedaunan kering jatuh ke atas kepala Ilham, kemudian ia menyingkirkan dedaunan itu dengan tangannya. “Dan aku pikir juga, kamu sedang mempersiapkan ujian kenaikan kelas, jadi aku gak mau ganggu kamu,” “Ya udah, sekarang k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD