Belajar

1040 Words
Yang Sulit itu belajar menghargai perasaan orang lain, apakah dia tersinggung dengan ucapan kita atau dia merasa sangat marah, kadang kita hanya fokus dengan apa yang dipikirkan tanpa memikirkan perasaan orang lain. Hari ini Nana dan Ani belajar untuk materi yang akan di dengarkan besok, kebetulan untuk kali ini sastra seni tulisan yang mereka pelajari bagaimana pantun, cerita rakyat dikembangkan dengan cara yang menarik. "Kalo kita suka dunia mendongeng ini cukup efektif untuk dijadikan wadah kreatif meningkatkan semangat orang lain untuk mengetahui cerita rakyat yang ada di daerah masing-masing," ucap pemateri dengan semangat menjelaskan apa saja yang harus diterapkan agar kekayaan budaya itu tidak luntur dan dimakan waktu. "Banyak sekali karya Foklore cerita rakyat yang kadang tidak tahu berasal dari mana, oleh sebab itu sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya tetap melestarikan kebudayaan yang ada di daerah masing-masing." Nana mencatat materi dengan semangat dia senang bisa terus menggali cerita rakyat yang terdapat di daerah masing-masing di Indonesia. Kadang juga hal yang menarik bisa di buat vidio animasi sebagai gambaran tentang cerita rakyat di masing-masing daerah setelah itu dijadikan dubber dengan suara yang sesuai dengan karakter masing-masing. Nana sangat tertarik dengan materi seminar yang disampaikan apalagi pematerinya juga menyampaikan dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Mereka selanjutnya terus memperhatikan penjelasan dari pemateri dan tidak sadar jika jam makan siang sudah dimulai. Nana dan Ani mengambil makan siang yang sudah disiapkan. Mereka juga diberikan tugas untuk membuat sebuah cerita rakyat dari daerah mana saja untuk ditampilkan setelah istirahat. Kebetulan juga Nana dan Ani satu kelompok mereka berdiskusi untuk sama-sama menceritakan tentang cerita rakyat Riak Bakau tentang raja yang serakah dari Bengkulu. Sebenarnya cerita rakyat punya banyak pesan moral yang akan disampaikan kepada pembaca. Namun seringkali kalah dengan adegan sinetron sekarang. Sementara Aji dan Reygan mendapatkan jadwal besok dan gantian dengan Nana dan Ani yang sekarang sedang dibuat pusing. Untuk hari ini mereka menikmati acara pelatihan ini dengan semangat apalagi Nana suka materi yang disampaikan pemateri. Selesai makan dan melaksanakan ibadah mereka kembali lagi ke tempat duduk masing-masing. Untuk presentasi kali ini Nana dan ani membagi dua teks untuk ditampilkan nantinya. Nanti yang dipanggil di acak, jika tidak dapat giliran maka beruntung dan tidak mesti mencari cerita yang akan ditampilkan. Mereka menyimak dan mencatat materi, selagi menyimak ternyata keduanya tidak mendapatkan giliran jadi bisa bernapas lega. Yang tampil kali ini tentang cerita rakyat Malin Kundang yang dibawakan dengan sangat bagus. Memang peserta yang lain juga menakjubkan. Tibalah penghujung rangkaian acara hari ini. Mereka bernyanyi bersama-sama, sambil memberikan tepuk tangan untuk acara yang berjalan dengan lancar. Mereka berpamitan dengan pengisi materi dan keluar dari ruangan. Di luar sudah ada Reygan dan Aji yang menjemput. Mereka sengaja menyewa mobil agar dapat menjemput kedua temannya sambil setelah itu bisa membeli makam dan jalan-jalan. Karena sambil bekerja, waktu jalan mereka hanya malam, tetapi ada jam-jam tertentu yang tidak membolehkan mereka untuk keluar malam karena di jogja jika siang sangat aman tetapi jika malam maka akan sangat mengerikan. *** Nana dan Ani bercerita tentang materi yang disampaikan oleh narasumber tadi, mengingat kejadian yang sering dia lihat dalam dunia nyata sebenarnya sekarang pengembangan karya sastra cerita rakyat bisa lebih dikembangkan dengan mengedepankan banyak sekali pertimbangan. "Tadi materinya emang menyenangkan banget, apalagi gue jadi mikir gimana kalo misalnya setiap orang itu coba buat menghasilkan remix sebuah cerita dengan karya tulis yang berbeda mungkin dimodifikasi," ungkap Nana yang selalu suka jika menemukan ide baru untuk disumbangkan. "Ikut seminar gini, buat jadi sadar banyak hal yang emang seharusnya diceritakan dan pengalaman itu jadi ide seru buat dikembangkan," balas Ani tak kalah senang menimpali apa yang dikatakan oleh Nana. "Gue pernah kan berkunjung ke salah satu desa di Bengkulu, kayanya Lo tahu deh Na," ucap Aji menceritakan apa yang dia alami selama menikmati waktu libur di sana. "Di mana Ji?" tanya Nana penasaran, karena memang dia seharusnya tahu tempat yang Aji maksud, lama tinggal di Bengkulu seharusnya dia juga paham bagaimana keadaan di daerahnya meskipun sering mengembara ke luar kota. "Desa rindu hati, di sana emang adat dan pedesaannya masih sangat kental apalagi tradisi lisan yang sekarang lagi mereka kembangkan untuk menjadi tradisi tulis, di sana di bangun tempat baca gitu," jelas Aji mengingat pengalaman dia selama bekerja di Bengkulu, memang sangat menyenangkan bisa bekerja jauh dan hal itu menambah pengalaman dirinya. "Gue jadi penasaran pengen ke sana," sahut Reygan sambil takjub mendengar apa yang sudah Aji jelaskan. "Lo harus coba nanti Rey, apalagi di sana cerita rakyatnya masih dalam garis besar belum dengan paragraf, terakhir waktu itu gue di ajak sama salah satu dosen di Bengkulu untuk membantu acara dia," balas Aji tidak kalah semangat menjelaskan pengalamannya ketika dia bekerja jauh. "Boleh deh, apalagi kan seru nanti bisa menuangkan ide dalam bentuk tulisan puisi atau cerpen." Cerita mereka memang sangat menyenangkan, terkait bidang pekerjaan yang sama untuk mereka geluti, meski kadang Reygan suka menyebalkan tetapi untuk urusan pekerjaan dia kerap kali sejalan. "Tadi gue sempet bikin puisi tentang negeri, menurut kalian bagus enggak?" tanya Nana yang sudah mulai mengambilkan selembar kertas yang sudah ia tulis tentang keresahan pada negeri ini. Kita memang hanya sebongkah ruang Di mana kadang cahayanya tak di dengar Segala bentuk hina sudah makanan sehari-hari Dan segala cerita sudah berakhir dengan tangis Meski bukan permata hitam yang menyinari dengan tawa tetapi setiap kali tertanam dia menjadi duka Negeri yang kaya hanya titipan sedang mangsanya begitu buas Tak ingin kalah kuasa Sebab meminta adalah caranya Selalu hadir dengan riang Sehingga damai menyelimuti Tanpa tahu sebab negeri sudah terpaku Pada yang salah dan tak bersalah. "Keren Na," puji Aji dengan jujur karena dia memang jarang sekali bohong, anaknya Masya Allah sangat penurut. Meskipun jahil tapi Aji adalah seseorang yang akan dengan senang hati mendengar apapun yang sedang sahabatnya minta. "Ji, Lo pernah ngerasa enggak?" "Ngerasa apa?" tanya Aji penasaran dengan apa yang akan diucapkan oleh rekan kerjanya yang satu ini. "Kalo sebenarnya gue ini ganteng banget," balas Reygan yang sudah ingin tertawa akibat melihat perubahan dari raut wajah dari ketiga rekan kerjanya yang lain, Untung saja Nana tidak melemparinya dengan kacang kulit kalo sampai iya sudah habis Reygan mereka lempari dengan kacang kulit. Kadang dalam persahabatan memang selalu saja anak yang unik dan membuat ingin melemparinya dengan benda-benda tetapi jika tidak ada dia maka suasana akan terasa sangat sepi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD