Pangeran Es

1035 Words
Masih berusaha, masih berupaya, dan masih berharap semoga saja semesta meridhoi. Karena kadang kala ada beberapa hal yang manusia lain tidak tahu akan seperti apa jalan yang dihadapi kedepannya. Pagi yang cerah dengan keberangkatan dari Jogja ke Kalimantan, jam pagi memang merupakan hantu yang paling menakutkan apalagi untuk orang yang suka sekali tidur seperti Nana. Karena jika di mana saja Nana bisa menyenderkan kepalanya dan memulai mimpi indah. Sementara Aji memilih untuk memperhatikan pemandangan dari atas yang sangat indah apalagi lautan biru membentang sangat luar biasa membuat menjadi lebih bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh sang Pencipta. Reygan masih bersandar dan mengumpulkan nyawanya, karena bangun pagi adalah musuh terbesarnya ketika bekerja, oleh sebab itu dia selalu belajar mendisiplinkan diri. Ani malah sibuk menghitung pohon yang ada di bawah, mana bisa terhitung. Mau dibilang aneh tapi temennya yang satu itu memang selalu saja luar biasa. Mereka akhirnya mencoba untuk terus semangat karena sebentar lagi pesawat akan landing, mendengar itu Reygan mulai bangkit dari tempat duduknya dan keluar dari pesawat. Nana yang membawa makanan di kedua tangannya ikut menyusul Aji, Ani, dan Reygan. Mereka akhirnya sudah dijemput dengan pihak hotel lalu akan menginap di sana kebetulan nanti akan diadakan acara kebahasaan di hotel itu. "Aji, minta minum ya, minum gue habis, " ucap Reygan yang mengambil botol minum di tasnya Aji memang dasar hobi sekali meminta dengan Aji. Nana melihat kotak s**u stroberi yang ingin dia kumpulkan matanya berbinar dan mengajak ketiga temannya untuk membeli itu. "Na, kan di Jakarta banyak kalo lo mau kotak s**u, " ucap Aji menggelengkan kepalanya karena pasti Nana ingin membeli banyak. "Tapi ini tuh beda Aji, nanti kan keren dipajang di ruang tamu rumah. " "Iya Na, soalnya lo kalo beli, kadang suka ga nanggung, " ungkap Ani sudah panik. "Udah beli aja Na, beli aja gapapa, " ucap Reygan yang sudah siap sedia untuk membayar, Nana langsung senang dan mengambil banyak sekali s**u kotak stroberi. "Lo ga tau kalo Nana udah suka sama sesuatu bisa gila banget, " ungkap Aji menggelengkan kepala dan itu di dengar oleh Reygan. Reygan malah senang ketika Nana membeli banyak apa yang dia suka, menurut Reygan perempuan itu memang makhluk yang harus diperlakukan dengan penuh perhatian dan kasih sayang. "Nana itu suka khilaf, serem juga kalo dia minum semuanya sehari, " balas Ani yang melihat Nana sudah banyak sekali memegang s**u kotak stroberi itu. Nana mengeluarkan dompetnya dan ternyata sudah dibayar duluan oleh Reygan. "Udah dibayar Mbak, " ucap penjualnya sambil membungkus jajanan Nana. Nana pun langsung memberikan uangnya kepada Reygan dengan tersenyum senang. "Ini Gan, makasih ya. " "Simpan aja Na, kan gue enggak mintak diganti, gue seneng liat lo kalo minum itu nanti. " "Eh enggak ini gue ganti, soalnya banyak pasti banyak uang lo yang keluar. " "Udah santai aja Na, kan gue ini juga sahabat lo sama kaya Aji sama Ani. " "Enggak ah, kita enggak sahabatan sama lo Gan, " protes Aji yang paling keras menolak itu. "Emang lo ya, ngeselin banget, " ungkap Reygan dengan memeluk Aji setelah itu menukik kepalanya dengan pelan. Aji ngeselin banget emang dasar tu si Aji meresahkan. *** Mereka akhirnya sama-sama duduk sambil menatap langit-langit hotel sambil sesekali bercerita. Nana sudah menghubungi Agal tadi pagi berharap Agal akan datang untuk menjenguknya hari ini. Tapi kadang orang-orang bisa keras kepala padahal tidak mungkin dia datang masih saja optimis. Nana masih menunggu sebelum diajak ke kamar hotel masing-masing, dia melihat ke arah pintu dan lobi utama belum ada tanda-tanda Agal akan datang. "Lo nungguin Agal? " tanya Ani yang memastikan arah pandangan Nana. Dan dijawab anggukan oleh Nana, kadang Ani kasihan dengan Nana masih saja kuat mau sebagaimanapun dia tetap kuat dan selalu sayang dengan suaminya itu. "Mungkin dia lagi sibuk kerja Na, " ucap Ani menenangkan. "Iya kali ya Ni. " "Tapi seharusnya sesibuk apapun orang kalo dia prioritas pasti bakal mengupayakan segala cara buat orang yang dia sayang, " balas Reygan yang memang mendengar percakapan keduanya. "Tapi dia itu TNI Bambang emang tugas negara enggak penting? Penting juga, dia kan udah di sumpah, " balas Aji tidak terima apalagi si Reygan menjelekkan manusia biasa yang baik. Mereka akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamar, sampai akhirnya ketika langkah kaki Lana menghilang dua orang pria datang dan yang satunya lagu membawa bunga, sambil mengenakan seragam. "Nana, " panggil suara itu kencang dan membuat orang-orang di hotel memperhatikan dirinya. Nana yang melihat itu tersenyum senang sambil berlari menghampiri pria yang selalu dia rindukan, senyuman Nana mengembang sempurna. "Nana, kangen, lama banget datengnya. " "Saya ga kangen. " Masih sama dengan terakhir kali, kaku dan sulit tersentuh. Seolah beku yang selalu ada dalam auranya, seketika aura bandara terasa sama dinginnya seperti kebekuan yang dia ciptakan. Agal memang selalu membuat kejutan tidak terduga yang membuat Nana sangat tidak menyangka. "Tadi tau dari mana Nana udah sampai?" tanya Nana penasaran karena dia belum mengabari Agal tentang dirinya yang sudah berada di kota istimewa yang selalu membuat rindu ini. "Saya kan punya kekuatan. "Kok Nana enggak tahu kalo Gagal seorang dukun?" tanya Nana panik karena baginya cuma dukun yang punya kekuatan gaib. "Suka sembarangan emang kamu ya," omel Agal yang tidak terima dikatain sebagai seorang dukun padahal jelas-jelas dia bisa bertanya dengan temannya yang berjaga di Bandara untuk mengawasi Nana. Nana yang melihat Agal mengomel menjadi semakin lucu dan ikut tertawa baginya memang hal itu sangat menyenangkan bisa menggoda pria serius yang sedingin es potong berjalan. "Ini Nana tadi masih ada bekal, ayo makan dulu!" ajak Nana karena memang dia tadi dibawakkan oleh Bunda serta Mama banyak makanan jadinya memang masih banyak stok. Agal menurut saja apa yang dikatakan Nana, dia duduk di hadapan Nana dan mulai memakan apa yang sudah Nana berikan suapan kepada dirinya. Bunga yang diberikan Agal memang indah dan membuat Nana bahagia karena baginya bunga itu sangat cantik apalagi ada salah bunga yang menarik perhatian Nana ternyata bunga mawar yang warnanya saja merah apalagi begitu indah jika di lihat dengan keindahan itulah siapa saja yang memandangnya akan jatuh cinta kepada bunga mawar. Berwarna merah yang terlihat sangat segar seperti habis di petik ternyata bunga mawar memang selalu saja indah meskipun dia punya duri yang tajam tetapi dia tetap menjadi incaran bagi setiap orang yang melihatnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD