BAB 27 Mita merasakan tubuhnya digendong oleh seseorang. Aroma maskulin yang menguar membuat debar di dalam dadanya berdentum cepat. Dalam bayangannya, tubuh tinggi tegap sang Juragan tengah mendekapnya. Namun, dia tak berani untuk sekadar mengintip. Kedua matanya tetap terpejam rapat sambil menikmati sensasi yang mendebarkan d**a. Dia pun mendengan derit daun pintu kamar terbuka. Lalu, tubuhnya dibaringkan di atas tempat tidur. Ingin rasanya Mita mengalungkan lengan ke tengkuk lelaki yang menggendongnya, tetapi kini dirinya tengah berpura-pura. “Bi Lala, Bi Menih, tolong urus dia. Saya mau ketemu dengan juragan dulu.” Mendengar suara lelaki itu, semua kebahagiaan dan debaran yang bertalu itu mendadak sirna. Itu bukan suara Juragan Arga, melainkan Suryadi. Tangan kekar yang memeluk dan

