BAB 28

1835 Words

BAB 28 “Hari ini ada kunjungan dari psikiater lagi, Bang?” Nuria menatap suaminya yang baru saja duduk dan meneguk kopi hitam buatannya. “Iya.” Hanya jawaban singkat yang Juragan Arga berikan. Ia menatap jauh ke depan, melewati halaman yang luas di depan rumah dan gerbang yang tinggi menjulang. “Kenapa Mbak Nilam gak dirawat di rumah sakit, Bang? Kan, jadi gak repot buat jemput-jemput dokternya ke sini.” “Terlalu berbahaya bagi Nilam. Dulu pernah dirawat beberapa pekan, tetapi kondisinya malah semakin buruk. Ketika dokter memeriksanya, ada obat-obat pemicu halusinasi yang tercampur dalam darahnya.” Juragan Arga menjelaskan. Nuria menatap lekat. Dia baru tahu alasan Juragan Arga mengurung Nilam di rumah saja. “Kenapa bisa begitu ya, Bang?” Lelaki itu menarik napas panjang lalu kembal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD