BAB 29 Nuria menggulir layar, menyusuri semua laman yang menampilkan nama Fatma di sana. Ada harap membumbung seiring dengan satu per satu nama yang dilihatnyanya. Naima sudah mulai bosan ketika mama mudanya lebih fokus pada gawai. Tangan mungil adis kecil itu meronta, berusaha meraih benda pipih yang dipegang Nuria. “Mamamamama ....” “Duh ... Adek bosen, ya? Maafin mama, ya, Sayang?” Nuria hendak menyimpan gawainya dan meraih tubuh mungil yang meronta itu, tetapi tanpa Nuria sangka, tangan Celia menahannya. “Dedek, sini! Mau lihat kambing, gak?” Nuria tertegun ketika tangan Celia meraih tubuh mungil Naima dan didudukkan di pangkuannya. “Abiiing?” Kedua mata bulat Naima membesar ketika Celia menunjukkan layar gawai padanyam video kambing. Gadis kecil itu tampak bersemangat sekali un

