BAB 36 “Kalian puas?! Puas sudah membuatnya seperti ini?” Juragan Arga membagi pandang dengan tajam, pada Bu Fatma dan Bi Lela. Sementara itu, tangannya dengan sigap membopong tubuh mungil sang istri dan membaringkannya di ruang tengah. “Ambilkan kayu putih atau minyak telon!” titah Juragan Arga. Bi Lela gegas bangkit tanpa dua kali diminta. Sementara itu, Bu Fatma dengan gemetar mengusap-usap kepala Nuria dan menatapnya dengan penuh cemas. “Buatkan teh manis hangat!” titah Juragan Arga lagi,ketika Bi Lela sudah datang dan membawa minyak kayu putih yang isinya tinggal seperempat. “B-baik, Juragan!” Bi Lela tergopoh. Lalu, menghilang ke dapur untuk membuatkan minuman yang dipesan Juragan Arga. Lelaki itu mendekatkan kayu putih ke hidung Nuria. Dirabanya kening sang istri beberapa kal

