BAB 45 Mobil yang ditumpangi Juragan Arga sudah menepi di sebuah rumah sakit ternama. Gegas dia turun setelah mendapat posisi parkir yang aman. Langkah kakinya mengayun cepat menuju ruangan di mana Nuria dirawat. Beberapa perawat berlalu lalang dengan seragam khas mereka. Berulang kali dirinya menghela napas panjang. Sepanjang lorong rumah sakit, di mana dia berjalan menuju kamar rawat inap Nuria, pikiran Juragan berseliweran. Di hatinya muncul beragam pertanyaan, siapakah sebetulnya dalang di balik semua ini? Kenapa selalu saja perempuan yang menjadi istrinya yang menjadi korban? Jika itu saingan bisnis, mungkin bisa saja mengarah pada keluarganya yang lain atau bahkan pada dirinya sendiri? Semua itu akhirnya hanya menjadi pertanyaan yang bergumpal sendiri, belum juga mendapatkan jawab

