BAB 60

3489 Words

BAB 60 Nyai Fatimah sudah memberi tahu Nilam jika akan ada tamu ke pesantren. Dia tak bilang siapa, hanya meminta Nilam untuk bersiap-siap membantu di rumah utama dan menyuguhi sang tamu nanti. “Baik, Nyai. Tapi, kalau jam segitu, saya masih sibuk di dapur.” Nilam menatap perempuan yang tak pernah luput dari senyuman itu. “Gak apa, mereka akan paham. Lagipula masih ada yang akan menggantikan kerjaan kamu juga. Jadi, bersiap saja.” “Baik, Nyai.” Nilam pun akhirnya hanya bisa patuh. Kehidupannya kini bergantung pada pesantren tersebut. Dia hanya tak pernah tahu siapa yang ada di balik semua kebaikan yang diterimanya. Nilam segera memandikan Naima dan Ardhan, lalu memakaikan mereka dengan pakaian gamis pemberian Nyai Fatimah. Kadang, dia pun merasa tak enak, setiap bulan selalu saja ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD