“Tadi Sarah main ke sini, dia bilang kamu hari ini tidak masuk kantor, ya?” Rangga yang lagi mengecek hasil meeting hari ini di laptopnya, seketika menghentikan kegiatannya, dan menoleh pada ibunya. “Aku ada pekerjaan di luar,” jawabnya singkat lalu kembali pada pekerjaannya. Lisa mengembuskan napasnya, menyayangkan sikap putranya yang begitu datar dan dingin. Apalagi untuk beberapa hari terakhir ini tempramen pria itu semakin menjadi. Mudah ngamuk, bahkan dengan alasan yang begitu sepele. “Ga!” “Hmmm?” “Kapan kamu akan meresmikan hubunganmu dengan Sarah?” Tangan Rangga seketika berhenti dari tombol laptopnya. “Maksud Mami apa?” Lisa kembali mengembuskan napasnya. “Kalian sudah besar dan dewasa, dan juga oma kamu sudah sangat tua. Beliau ingin segera melihat kalian menikah.” Ran

