Bibir Rangga terus tersenyum saat melihat sosok Angel yang berjalan keluar dari kafe milik Erik dengan wajah merah padam lewat layar komputernya. Gadis itu sudah masuk mobil dan pergi dari sana tanpa memedulikan teriakan Erik yang terus mencegahnya agar tidak ikut campur. Rangga mendial nomor orang yang selama ini selalu mengungtit Angel dan menyuruh orang itu untuk mengikuti gadis cantik itu pergi ke mana. Meski sebenarnya dia sudah punya feeling ke mana gadis itu pergi. Satu pesan masuk pada ponselnya. [Nona Angel sedang menuju kantor anda, Tuan.] Gotca! Senyum Rangga semakin mengembang. “Ah, ternyata ide si Jovan memang berhasil. Kamu akhirnya datang padaku, Baby.” Setelah mendapatkan kabar itu, dia menghubungi tim keamanan kantornya dan berpesan untuk tidak membiarkan Angel masuk d

