Chapter 28

847 Words

Sebelum keluar, Rangga membasuh muka dan tangannya terlebih dahulu, seolah dia habis dari kamar mandi. Kepalanya kembali menoleh pada Angel yang terlihat masih tertegun. Dia mengembuskan napasnya, dan benar-benar keluar. Seakan merasa terkejut karena kedatangan Sarah, Rangga mengernyitkan dahinya sambil membenarkan kancing kemeja tangannya. “Lho, Sar! Kapan di sini?” Sarah tersenyum manis—seperti biasanya, tetapi matanya terus mengerling seakan mencari sesuatu. “Maaf, Kak. Aku masuk tanpa izin.” Rangga kembali ke meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya. “Tidak apa, tapi lain kali aku minta kamu menghargai privasiku,” jawabnya sambil membalas senyuman Sarah. Tubuh Sarah menegang. Meski nada suara Rangga tetap lemah lembut, tetap saja dia merasa tertohok, seakan pria itu sudah mul

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD