Chapter 9

2534 Words

Kening Angel mengernyit saat sebuah sapu tangan tiba-tiba di depan wajahnya. Tanpa menoleh pun Angel tahu siapa yang menyodorkan helai kecil kain itu. Tapi, meski sudah tahu, Angel tetap menoleh. Dia penasaran kenapa bossnya repot-repot memberikan saputangan pria itu kepadanya. “Ambilah!” ucap Rangga penuh perhatian. Membuat Angel semakin kebingungan. “Kalau kamu gak tahan, gak usah ditahan! Keluarkan saja!” ucap Rangga saat Angel masih membiarkan tangannya bergantung. “Maaf, Sir! Maksudnya bagaimana, ya?” Angel terpaksa menerima saputangan itu setelah beberapa detik tangan Rangga tak kunjung menjauh dari depan wajahnya. “Bukankah baru saja kamu ....” Kalimat Rangga menggantung. Manik matanya menatap Angel lurus. Tepatnya memperhatikan raut wajah cantik itu secara saksama. Angel menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD