Keduanya pun berjalan beriringan menuju pintu keluar. Namun Freya merasa aneh dengan langkah kaki yang seolah - oleh terus mengikutinya. Ketika ia menoleh, ternyata itu adalah Adity yang ikut bersama mereka. Terang saja Freya langsung berhenti melangkah. Ia lalu bersiap untuk mengintegrasi Adity. "Adity ... kamu mau ke mana, hm? Jangan bilang kamu mau ikut juga sana kami. Jangan dong. Kamu di sibi aja bantuin anak - anak yang lain. Kami cuma pergi sebentar kok." Freya berusaha menahan amarahnya sebisa mungkin. Meski pasti tetap terdengar di telinga orang - orang, bahwa Freya sedang sangat geram. "Lho ... Nona .... Saya hanya menjalankan pekerjaan saya. Saya adalah ajudan Nona Freya, yang harus terus menjaga Nona Freya selama masih jam kerja saya." Adity memberi alasan yang tidak main -

