Freya Memilih

934 Words

Sampai lah mereka pada sebuah rumah bergaya minimalis. Interiornya mirip dengan Virendra Cafe. Athar tidak itu itu rumah siapa. Namun Freya dengan begitu natural turun dan berjalan memasuki pelataran. Adity juga segera melajukan mobilnya menuju ke dalam garasi. Hal itu membuat Athar heran. Mereka berdua itu, sepertinya sudah sering ke tempat ini. Sehingga sudah terbiasa dengan segala situasi di sini. Seseorang membukakan pintu, mempersilakan masuk. Sepertinya begitu menghormati Freya. Dan muncul satu pasang pasutri paruh baya. Mereka menyambut Freya dengan antusias. "Masya Allah ... Freya ... kamu pulang, Nak ...." Keduanya begitu nampak senang. Begitu nampak bahagia. Kedua mata Athar pun membulat. Nak katanya? Athar pun memperhatikan garis wajah pasutri itu. Membandingkannya de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD