Selama menunggu Amara berkemas di kamarnya bersama Anton, banyak hal terpikirkan dalam benak Athar. Pertama - tama dan yang paling kentara, ia sedang begitu membenci dirinya sendiri. Kenapa ia begitu lemah? Kenapa ia begitu payah? Amara bilang, nanti saat kondisinya sudah lebih baik. Tapi itu kapan? Karena sejauh ini kondisinya tak pernah benar - benar membaik. Justru semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Apa itu artinya, kelak saat ia sudah menikah pun, ia tidak akan pernah diizinkan untuk melakukan hubungan badan dengan istrinya sendiri? Lalu ala artinya ia tidak akan pernah memiliki keturunan? Lantas untuk apa ia hidup? Oh ... Athar mengerti. Selama ini ia sudah terlalu percaya diri. Ia pikir kondisinya akan bisa membaik, dan ia bisa menjadi manusia normal seperti pada umumnya.

