Ujungnya Mati

895 Words

Athar mendengar suara pintu yang terbuka. Ia berusaha melihat ke arah pintu masuk, namun area itu tidak terjangkau oleh penglihatannya. Ia pun mengabaikan hal itu. Justru bagus ada orang masuk, karena ia jadi bisa minta tolong. Yang jelas itu bukan Amara. Tidak mungkin ia dari Kediri sampai di Pare secepat ini. Ada seorang laki - laki dengan jubah putih, dan juga stetoskop yang tergantung di lehernya. Oh, Athar baru ingat. Tadi Amara sempat bilang akan memanggil temannya di sekitar sini untuk memberi Athar pertolongan pertama terlebih dahulu. Sebelum ponselnya terjatuh ke atas karpet, dan belum ia ambil juga sampai sekarang. Ini dia orangnya. Teman Amara itu. "Tuan Athar," gumam teman Amara. "Perkenalkan nama saya Putra. Saya seorang dokter, temannya dokter Amara. Saya datang untuk mera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD