Di dalam sebuah bangsal, di salah satu rumah sakit di kota Kediri. Seorang lelaki baru saja membuka matanya. Mendapati dirinya sedang terbaring di dalam ruangan serba putih yang tak asing sama sekali baginya. Di pergelangan tangannya tersemat jarum yang menghubungkan selang infus dengan pembuluh darahnya di dalam sana. Hidungnya terasa tidak nyaman. Tentu saja karena tersemat selang oksigen untuk membantunya tetap hidup. Di sini lagi. Rasanya seperti sudah bosan. Namun mau bagaimana lagi? Tuhan menulis tempat ini dalam takdirnya, sebagai salah satu tempat yang paling sering ia tuju untuk menginap, ketika masih hidup di dunia. "Akhirnya kamu bangun juga." Suara itu. Suara yang ia kenal. Suara Amara. Sahabat, sekaligus dokter pribadinya. Dulu ia ditangani oleh dokter Sam, ayah Amara. Na

