Duka nestapa tengah menari indah di atas kepedihan membayang. Air mata mengiringi setiap kenangan kembali teringat. Memori menggambarkan hari-hari kemarin penuh cerita mendebarkan tergambar jelas dalam angan. Banyak waktu terkikis menyisakan bayangan tak terduga dan meninggalkan kerinduan. Ilusi bermain dalam imajinasi tak bertepi berharap waktu bisa menyatukan dua hati. Masih ada ketidakmungkinan berkeliaran, jika tidak mungkin minyak dan air bisa bersatu. Kisah manis masa-masa remaja tengah dijalani. Di tengah kesenangan akan indahnya tanpa beban, terdapat kesakitan didapatkan. Masalah keluarga, teman, hingga perasaan datang silih berganti. Air mata menjadi teman setia di mana awan mendung hadir menerjang tanpa peringatan. Kita hanya sebatas cerita tidak mungkin menjadi nyata. Itul

